Awan kelabu bebas bermain dengan angin kecil seraya ia leluasa menutupi bagian luasnya langit semesta sebentar lagi menjadi gelap tanpa tersengat sinar terik matahari, tanda sebentar lagi akan segera turun rintik hujan. Bulir kecil air turun perlahan dan sontak menjadi deras, hujan terasa lebat membangunkan setiap ari kulit. Pastinya membuat sekujur tubuh basah dan mengundang rasa dingin yang akan membuat relung menggigil.
Kasih sayang seorang ibu melindungi anaknya dari basah hujan dan kedinginan. Seorang ibu rela sekujur tubuhnya basah kuyup bercampur dingin, ia menutup wajah dan tubuh anaknya dengan jas hujan agar terbebas dari riangnya rintik hujan membasahi tubuh mungil anaknya tertutup jas bijan warna biru. Sedangkan seorang ayah tetap mengendarai motor berjalan cepat agar segera sampai di rumah, dua roda motor menerabas genangan air. Namun hujan semakin turun deras, tentu saja laju jalan motor kini terasa berat dan melambat.
Dalam basah dan kehujanan anak kecil duduk terapit ayah dan ibunya, namun ia begitu menikmati riang riak rintik hujan turun dengan dua tangannya mengengadah ingin merasakan dinginnya rintik hujan. Keluarga kecil itu begitu bahagia naik motor walau hujan semakin deras menghujani sekujur tubuh ketiganya. Pandangan Evan terenyuh sedih perhatikan kaca spion motor bagian kanan, tampak jelas istrinya sudah basah kayub tanpa mengenakan jas hujan yang di pakaikan anaknya semakin begitu riang kapan lagi ia bisa bermain hujan dengan ayah dan ibunya. Ketiganya menerabas genangan air kecil bebas berenang di aspal jalan dan semakin bermandikan rintik hujan, semua itu terasa tidak peduli yang ada justru ketiganya begitu bahagia terpancar jelas dari guratan raut wajah ketiganya.
"Ayah, nanti jika aku sudah besar, aku kerja bantuin ayah sama ibu. Terus kalau aku punya uang banyak, aku beliin mobil buat ayah dan ibu biar nggak kehujanan," sontak tidak hanya rintik air hujan membasahi wajah ayah dan ibu, rintik air mata sudah bercampur dengan rintik air hujan kian membasahi wajah ayah dan ibunya mendengar ungakapan kata cita-cita dari bibir polos anaknya. "Iya, ibu selalu doakan kamu ya sayang agar cita-cita keinginan kamu tercapai," di peluknya erat dengan kehangatan dua tangan ibunya dari belakang seraya hati seorang ibu mengucapkan keyakinannnya.
Kini ayahnya menoleh kesamping kiri dan kebetulan lampu sedang merah, semua kendaraan berhenti menunggu kendaraan dari arah berlawan jalan. Benaknya berpikir keras, hatinya berputar sontak mengular keotaknya makin yakin jika kelak nanti ia bisa memiliki mobil, mobil yang seperti di lihatnya hari itu. Lampu sudah hijau dan semua kendaraan kembali berjalan. Motor berjalan dalam keadaan masih di guyur hujan lebat, namun jiwa keyakinan ketiganya seraya yakin jika sewaktu nanti mereka bertiga akan menggapai segala keinginan dan harapan pasti.