Tania The Spirit Counselor

Affry Johan
Chapter #2

Mahasiswa Abadi

Malam yang membekas dalam ingatan Tania itu tanpa terasa telah sepuluh tahun berlalu. Kini, Tania telah tumbuh menjadi gadis dewasa berusia delapan belas tahun. Ia pun telah meninggalkan rumahnya untuk menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi di kota kecil di Negara Bagian Vermont yang tidak begitu jauh dari desanya.

"Lily," bisik Tania kepada gadis berambut pendek kecoklatan di sebelahnya di suatu siang selepas pulang kuliah. "Apa kau melihat orang yang merangkak di depan kita?"

Lily, teman sekelas sekaligus teman sekamar Tania di asrama, menahan napasnya lama.

"Tidak ada siapa-siapa di depan kita, Tania! Kau pasti melihat aneh-aneh lagi!" sahut Lily sambil mempercepat langkah kakinya.

"Ah, ya kau benar," ujar Tania lagi. "Kau baru saja berjalan menembus orang itu."

"Taniaaa ... ini masih siang—!" teriak Lily yang kemudian menarik lengan sahabatnya itu lalu beranjak pergi.

Beberapa saat setelah itu, di dalam kamar asrama mereka yang tak terlalu besar, Lily yang berbaring di atas kasur tiba-tiba saja berhenti scrolling layar ponselnya. Ia lalu bangkit dan duduk di ujung tempat tidur, menatap Tania yang duduk bersila di lantai.

"Ngomong-ngomong, Tania," mulainya.

Tania yang sedari tadi tengah menikmati teh sorenya sembari menatap ke arah matahari terbenam di luar jendela, akhirnya menoleh. Ia pun meletakkan cangkirnya di meja.

"Hmm?"

Lily menarik napasnya sebelum melanjutkan.

"Kau kan familiar dengan makhluk astral. Apa kau tahu desas-desus tentang mahasiswa abadi di gedung kita?"

Tania mengerutkan alisnya. "Mahasiswa ... abadi?"

Lily mengangguk.

"Aku baru saja baca di group chat, kabarnya petugas patroli malam kerap mendengar meja dan kursi di dalam kelas bergeser sendiri tengah malam jauh setelah perkuliahan selesai. Namun, ketika petugas itu masuk ke dalam kelas ... tak ada seorang pun di sana!"

Tania tetap diam, menunggu Lily menyelesaikan ceritanya.

"Bahkan, "lanjut Lily, "ketika para mahasiswa masuk keesokan paginya, mereka menemukan tulisan-tulisan aneh di papan tulis! Padahal papan tulis sudah harus dalam keadaan bersih setiap kali kita meninggalkan kelas di hari sebelumnya, kan?"

Tania kembali mengangkat cangkir dan meneguk tehnya satu kali kecapan.

"Poltergeist."

"Pol-pols apa?" Lily mencoba mengulangi istilah yang disebut Tania, meski gagal.

Tania lalu menatap wajah teman sekamarnya itu.

"Aku pernah membaca di internet. Intinya, makhluk astral menggerakkan benda-benda di alam manusia."

Tania kemudian bangkit berdiri.

Lihat selengkapnya