Tanjung Hana

Rico Sumitomo
Chapter #6

Alim yang tak Alim

[LUN BAO]

"Sebegitu kangennya kah kau akan diriku?"

Aku melemparkan perkataan itu dengan nada sarkastik. Namun, Alim hanya tertawa kecil, ia menyendok sepotong kembang tahu ke dalam mulutnya.

"Tidak juga. Aku cuma ingin memastikan kawan kecilku hidup bahagia di sekolah barunya," ucapnya sambil mengunyah. "Aku khawatir saat mendengar kabar kalau kau dihukum oleh Bu Lian pagi tadi."

"Dari mana kamu bisa dapat informasi itu?"

Aku pikir ia akan menjawabku dengan perkataan, "Aku punya banyak mata dan telinga di sekolah ini." Ternyata tidak. Ia hanya menjawabku dengan menyebut sebuah nama.

"Maya."

Kedua telingaku panas demi mendengar nama itu. Kenapa gadis sialan itu selalu mencari gara-gara denganku?

"Kenapa kau bisa berkenalan dengan dia?"

"Oh, itu," ia terdiam sejenak. "Kami pacaran."

"Lah, bagaimana dengan Ting-ting?"

“Ah, aku sudah putus dengan dia.”

“Hah? Sejak kapan? Bukannya kalian sejoli paling lengket sewaktu SMP.”

“Ya, kami berpisah saat ia tahu aku berselingkuh dengan Maya.”

Aku tersedak. Bagaimana bisa lelaki satu ini bisa selingkuh dengan gadis yang lebih jelek dari Ting-ting?

“Penampilan bukanlah segalanya, Lun Bao” ujarnya seolah mampu membaca isi pikiranku. “Terkadang kecantikan yang sejati justru terpancar dari dalam.”

“Ah, bahasamu berbelat-belit,” ucapku. “Kau sama seperti Tanjung, pujangga yang senang sekali mengada-ada. Pantas saja nilai Sastra Mandarin kalian bagus.”

“Oh, ya,” Alim menyondong ke arahku. “Ngomong-ngomong soal itu. Kenapa sih kamu bisa sampai dihukum?”

“Ada satu karakter mandarin kuno yang aku tak tahu bagaimana cara mengejanya,” ucapku sambil mengaduk kembang tahu di mangkukku hingga melebur dengan kuah jahe.

Lihat selengkapnya