Tanjung Hana

Rico Sumitomo
Chapter #7

Menjenguk Kapitan

28 Februari 1990

Matahari di awal musim semi ini masih setia menyinari dataran Yilan, memberi terang yang menghangatkan petang. Selintas cahayanya menembus salah satu jendela ruang rawat inap di lantai sembilan. Tempat di mana Joan memandang malas lalu lintas jalan raya.

“Ayo Joan,” wanita itu menyodorkan sepotong apel ke dekat mulutnya. “Satu suapan saja.”

Joan menggeleng, mulutnya kian menjauh dari potongan buah itu.

Wanita itu menghela napas berat, “Sedari pagi kamu belum makan apa-apa loh, Sayang.” ia menaruh apel itu ke dalam piring kecil. “Kenapa?”

“Enggak ada apa-apa, Ma,” ucapnya datar. “Aku… cuma enggak nafsu makan saja hari ini.”

Ia meraba-raba selang infus yang menancap ke dalam kulitnya. Ditatapnya wanita itu dengan sinar matanya yang kelam.

“Kapan aku bisa melepas benda ini, Ma?”

Ia menepuk pundak anaknya.

“Segera setelah kamu sembuh, Nak.”

Joan meremas kain yang menyelimuti pahanya.

“Terus… kalau aku enggak sembuh?” ia terdiam. “Kalau aku mati?”

“Oh!” pekik wanita itu tertahan. “Kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu, Nak?”

Tangisan Joan meledak.

“Ha… habis. Aku… aku sudah enggak tahan lagi, Ma.” Ia menelan ludahnya. “O… obat-obatan ini bikin aku mual. Aku sudah bosan di sini. Aku mau balik sekolah, Ma. Main bareng lagi sama teman-teman.”

Wanita itu mendekap Joan dalam pelukannya.

“Bertahanlah Nak. Mama kan sudah berjanji. Mama… Mama akan cari cara supaya kamu bisa cepat sembuh.” Dielus-elusnya kepala Joan yang licin. “Apa pun akan Mama lakukan... supaya kamu bisa kembali ke rumah, bisa main lagi sama teman-temanmu di sekolah lagi.”

Joan menggumam. “Apa pun?”

“Iya Nak.” Ia mengecup kening putri semata wayangnya. “Apa pun.”

Wanita itu keluar dari ruang rawat inap setelah Joan tertidur. Ia mengusap air mata yang membekas di pipinya.

Aku harus kuat, demi buah hatiku….

“Hana!”

Ia menoleh ke sumber suara. Lama sekali wanita itu tidak mendengar orang memanggilnya dengan nama lamanya. Dari kejauhan ia meihat seorang wanita sedang melambaikan tangan dan berjalan mendekatinya.

Lihat selengkapnya