Menurutmu, jika seandainya jadi aku, tahu bahwa pada akhirnya akan mengalami cinta pertama ini, apakah kau akan bersyukur dengan jari yang terangkat itu? Sebab, jari yang teracung itulah gerbangnya.
Satu hal yang tidak kusadari sejak awal adalah apakah semua cinta itu harus indah? Cinta pertama, kedua, dan seterusnya. Maksudku, adakah cinta yang pasti benar-benar indah tanpa menyisakan luka? Karena yang aku rasakan untuk benar-benar yakin itu adalah jatuh cinta, perlu beberapa langkah asing maupun tidak asing yang kadang-kadang sangat mengganggu. Sesuatu yang datang tiba-tiba atau bahkan mudah diprediksi.
Untuk bisa yakin bahwa, "Ya, aku jatuh cinta!" ternyata tidak semudah menarik dan menghembuskan nafas.
Kadang, malah sampai susah bernafas.
***