Tanpa Kata-Kata

myht
Chapter #4

Awal Perang Batin

Beberapa hari berikutnya sekolah pulang lebih cepat. Semua siswa yang terdaftar sebagai pengisi acara berkumpul di lapangan. Perkenalan panitia, jadwal, dan lain-lain pun dijelaskan di tengah terik matahari. Saat siswa lain berdiri berpanas ria mendengar arahan, aku dan Shaniar sengaja memilih barisan paling belakang. Kami agak menjauh dan jongkok menopang kepala ke lutut. Pemandangan indah taman aula menyejukkan raga saat matahari tepat di atas kepala. Bayangan siswa lain jadi peneduh menangkal sinarnya.

Kami mulai berbicara tentang apa saja yang terlintas di kepala. Sekilas, saat menoleh ke arah lain, aku melihat David alias si Lesung Pipi sedang tertawa bersama temannya dan wajah cemberut kakak kelas lain yang mereka kerjai. Mungkin karena hanya sekilas, tidak ada kesan apa pun selain lesung pipi yang sepertinya memang tidak akan bisa ditutupi. Sudah jadi ciri khas, hal pertama yang langsung terlihat saat melihat wajahnya.

"Drew, kau yakin mau ikut drama?"

"Sebenarnya setengah yakin tapi mau gimana lagi. Nggak ada pilihan lain, Shan. Tari sama paduan suara sudah overload. Kalau solo, duet atau trio, big no! Nehi nehi babuji. Tahu sendirilah kualitas suaraku."

"Ck! Lagian kenapa nggak langsung daftar paduan suara aja. Kan, kita bisa latihan sama-sama."

"Ya udahlah, yang berlalu biarlah berlalu. Lebih baik sekarang fokus latihan supaya nggak malu-maluin nanti," tukasku mengalihkan pembicaraan. Jangan sampai ketahuan akulah yang menolak masuk paduan suara.

Lihat selengkapnya