"Drew, David yang menyuruhku minta maaf, tapi bukan berarti aku nggak tulus. Dia juga penasaran kenapa kamu cuekin ...."
Ucapan Dani saat di depan rumah sudah puluhan kali bergema. Cuek? Cuek dari mana? Yang ada juga gugup kalau dekat-dekat. Apa memang wajah ini kelihatan cuek dan jutek kalau lagi gugup? Masa sih se-jutek itu sampai salah paham? Lagian, emang kenapa kalau jutek? Sedekat apa kami sampai tidak boleh jutek? Ngobrol aja baru sebatas hei dan tetap semangat.
"Aaarghhh! Aku bingung, Bantal Gulingkuuu." Kugigit kesal bantal guling. Gemas sekali ingin bertanya langsung ke laki-laki berlesung pipi itu. Tapi kembali lagi, atas dasar apa bertanya? Yang ada malah dia akan salah paham menganggap aku ke-GR-an atau ... caper? Centil? Menye-menye? Kepala semakin berputar-putar.
Untuk menenangkan diri, kuambil cemilan dari laci meja belajar. Reka ulang momen bersama David berputar di kepala sambil mulut mengunyah. Drrtt ... drrt .... Handphone bergetar, ada pesan dari Shaniar.
Drew blm tidur kan?
Gossip yuk :D
Read.
Kulirik jam dinding. 22.15. "Tumben belum tidur," gumamku sambil mengetik. Tapi lihat saja, tidak akan bertahan lama pasti. Paling 10 atau 20 menit lagi sudah ngorok.
Yuk, gossipin apa?
Gmn kalau gossipin si Monang Arthur Sijabat ajj :D.
Send.
...
Let me explain something to you. Nama di atas adalah nama kakak kelas yang sudah lulus saat kami naik kelas dua. Dia atlet renang yang mendapatkan juara umum di pekan olahraga daerah. Shaniar sangat tergila-gila sampai membuat posternya diam-diam, lalu ditempel di dinding kamarnya. Hanya aku, dia, dan abang pembuat poster yang tahu. Tuhan juga sudah pasti tahu. Bahkan ritsleting rokku pernah robek saat kami sedang menguntit Monang di warung bakso 'Abang Man'.
Abang Man. Nama tempat yang aneh. Tapi percaya tidak percaya, katanya warung bakso itu adalah tempat wajib di mana seseorang membawa cinta pertama atau pacar pertama untuk kencan pertama. Aku jadi bingung, kenapa tidak sekalian saja dinamai warung bakso 'The First Love' atau 'First Date' atau 'First Boyfriend/Girlfirend' atau first first lainnya. Kenapa harus Abang Man?
Jangan-jangan pernah ada pasangan cinta pertama atau pacar pertama yang bertemu di tempat itu, lalu hubungan mereka awet sampai maut memisahkan. Seperti kisah-kisah cinta sejati di luar negeri yang banyak dibangga-banggakan. Abang Man mungkin adalah nama panggilan sayang yang akhirnya menjadi nama tempat bakso legenda itu. Mungkin! Mungkin juga Abang Man nama pemilik warung. Dia membuka warung bakso karena ingin mengenang cinta pertama sekaligus pacar pertama, yang mungkin telah meninggal atau kawin lari dengan pria lain. Bisa saja ada hal-hal lain yang aku sendiri tidak tahu mengapa muncul di kepala ini. Mungkin!
Ok! Stop! Kembali ke saat kami menguntit sang pangeran dari teras toko baju wanita di seberang warung bakso. Kebetulan mereka duduk di dekat dinding kaca depan. Saat kami sedang memperhatikan dengan seksama, tiba-tiba Monang menoleh ke arah kami. Secepat kilat kami jongkok bersembunyi di balik pot bunga besar. Saat itulah terdengar suara krekkk! Lalu angin segar pun masuk sejuk ke pinggang belakangku.
Tanpa pikir panjang aku langsung ke dalam toko baju dengan tangan menutupi robekan. Kutinggalkan Shaniar yang malah santai tertawa. Untung saja kami tepat di depan toko pakaian. Kalau tidak, ah sudahlah, aku tidak mau membayangkan.
...
Drrt ... drrt ....
Sorry td ketiduran.
Mendingan kita gossipin kk Dani Megantara aja ;-).
Read.
Oh, dia masih belum menyerah dan malah mengalihkan topik pembicaraan. Namun, keningku berkerut. Dani Megantara?
Mmgnya dia kenapa?
Siapa lg yg diejekin?
Send.