Tanpa Kata-Kata

myht
Chapter #13

Kita Tersenyum Kembali

"Kenapa, Shan?" tanyaku segera setelah bertemu Shaniar di bangku taman kelas.

"Mau ngasih ini." Dia menyodorkan kotak berwarna coklat peka berpita merah.

"Oh, ini."

"Udah tahu?"

"Udah."

"Cieee ... aku nggak nyangka ternyata sahabatku yang cuek beibeh ini bisa ditembak dua cowok sekaligus."

"Maksudnya?" Alisku bertaut.

"Loh, bukannya udah ditembak Kak Dani kemarin? T'rus kado ini kan spesial dari Kak David. Bukannya tadi udah tahu? Berarti dia juga nembak kau, dong. Iya, kan?" Kedua alisnya naik turun.

Aku mendengus pasrah. Inilah akibat jika terlambat curhat pada sahabat yang terbiasa menggosip.

"Shan, biar kujelaskan secara singkat, padat, dan merayap. Tapi cuma sekali aja karena aku ada janji sama seseorang."

"Sama siapa?"

"Tentang itu nanti aku cerita lagi, ok?"

"Ok ok. Ya, sudah jelaskan. Cowok mana yang kau pilih jadi pacar pertamamu?"

Aku menahan nafas kesal bercampur gemas, lalu mulai bercerita tentang pertemuanku dengan David hingga peristiwa kotak kado itu.

...


"Jadi gitu, Shan. Intinya, kemarin itu Kak Dani cuma mengantar pulang. Itu aja. Dan satu lagi, kado ini se-tahuku dari Kak Dani. Kemarin aku lupa ambil karena buru-buru pulang. Titik, sampai disitu. Aku mau pergi dulu karena sudah ditungguin. Bye."

"Tunggu, Drew," Shaniar menarik tanganku. "Ini bukan dari Kak Dani tapi dari Kak David. Kemarin dia nelpon berkali-kali nanya barang kesukaanmu."

"Masa, sih? Kemarin Kak Dani ngasih kado yang sama juga."

"Serius. Ada fotonya dikirim Kak David." Shaniar memperlihatkan foto kado persis seperti kado yang diberikan Dani. Bedanya, di foto itu David sedang memasang pita merah.

"Aish ... pusing aku."

"Ya, udah, kita bahas nanti aja. Katanya ada janji? Sana urus dulu."

"Iya, aku pergi dulu ya, Shan. Buru-buru. Bye."

Panik, aku pun membawa gundukan bingung. Apa pun itu harus ditunda dulu sebab pulang sekolah kali ini harus sempurna.

...


"Itu dia," ucapku pelan setelah melihat David sedang menunggu di depan gerbang.

Lihat selengkapnya