Tanpa Kata-Kata

myht
Chapter #15

Curhatan #6

Terpaksa aku menutup debat dengan membawa semua cerita ke dalam tirai gelap, berharap bisa mengikis sedikit demi sedikit rasa sakit. Tapi, setiap kali berusaha menutup mata, aku tetap tak bisa menentramkan rasa janggalnya. Seperti marah, namun tertahan dan gelisah tidak menentu.

Setiap awan yang ada di langit memiliki artinya tersendiri tergantung siapa yang melihatnya. Ada makna di setiap bentuk dan posisinya, kata mereka yang bisa melihat segala arti. Terutama bagi mereka yang hatinya sedang mencari jawaban gelisah hati.

Aku pernah melihat 'awan' yang sangat bagus. Berdampingan dengan 'awan' lain yang sama bagusnya juga. Mereka serasi. Namun, tidak sepenuhnya begitu jika dilihat dari momenku. Walau hatiku mengatakan mereka berdua memang serasi, aku berharap kesempurnaan itu hanya sementara saja. Seperti awan-awan yang terlihat indah, namun seiring berjalannya waktu, mereka memencar dan tidak menyisakan apapun.

Cemburu itu ... sebegitu anehnya.

***

Lihat selengkapnya