Tanpa Kata-Kata

myht
Chapter #22

Doaku agar Kau Bahagia

Awan dan matahari pagi terlihat sedang berbincang satu sama lain beralaskan langit biru cerah. Mereka seolah-olah sedang membicarakan penampilanku yang sedikit lebih feminim dari biasanya. Hari Minggu memang hari di mana penampilanku berbeda dari biasanya. Hari Minggu adalah hari di mana aku datang ke rumah Tuhan dengan pakaian dan niat terbaik.

Aku memakai dress putih selutut dengan renda-renda kecil di bagian lengan, dan sepatu flatshoes berwarna biru muda pastel. Di bahu menggantung tas kecil berwarna senada dengan sepatu, berisi Alkitab yang tidak muat sepenuhnya, buku laporan ibadah, dan dompet. Angin kecil sesekali meniup juntaian dress yang untungnya tertahan oleh tas kecilku.

Di teras gereja, aku sedang menunggu Shaniar yang tak kunjung datang. Malah, Kak David yang muncul dari gerbang besar gereja, dengan motor yang sama yang dia pakai ke sekolah. Pertama kalinya aku melihatnya di gereja tempatku beribadah sejak kecil.

Setelah memarkirkan motor di antara puluhan motor lain di samping gereja, dia mulai berjalan mendekat. Pesonanya begitu berbeda dengan kemeja hijau army polos, celana jeans hitam pekat, dan desert boots suede cokelat tua yang dipakainya. Wajah segar cerah, dengan rambut tebal tersisir rapi. Penampilannya semakin menawan dengan pesona lesung pipi yang tetap jadi senjata ampuh penyempurna.

“Selamat hari Minggu, Drewi," ucapnya begitu sampai di tempatku berdiri.

Sambil membalas senyumnya, aku menjawab dengan ceria, “Selamat hari Minggu juga, Kak.”

“Nungguin Shaniar, ya?”

“Iya, katanya sudah sampai dari tadi, tapi nggak kelihatan sampai sekarang.”

“Kalau nggak salah, tadi aku melihat Shaniar masih di warung sama Adam.”

“Ngapain di warung, Kak?”

“Beli permen mungkin?”

“Tumben? Biasanya aku yang bawa permen.”

“Mungkin ... sambil menukar uang kecil untuk persembahan.”

Segera kukeluarkan dompet dan memperlihatkan isinya yang penuh pecahan lima ribu dan sepuluh ribu. “Biasanya aku yang tukar, Kak. Shaniar tinggal tukar sendiri dari dompetku.”

Lihat selengkapnya