Tanpa Kata-Kata

myht
Chapter #27

Anginnya Sangat Dingin

Sepanjang obrolan setelah Agitha datang dan duduk bersama kami, aku kebanyakan hanya diam saja. Sesekali menimpali kalau ada namaku atau ikut tertawa ala kadarnya. Shaniar yang sudah terserang virus cinta pada Adam -dia sudah pasti tak akan melewatkan kesempatan duduk di sampingnya- ikut-ikutan heboh.

Mungkin aku terlalu sensitif, tapi pembicaraan seperti berpusat pada Agitha yang riuh membahas ini itu. Suaranya melengking imut dibuat-buat. Pengaturan! Pikirku. Gestur itu seperti ingin menguasai perhatian orang-orang. Dia bilang, tadinya menolak ikut karena tak ingin panas-panasan, tapi hawa dingin kala hujan berhenti membuatnya berubah pikiran menyusul kami. Di tengah perjalanan dia bertemu rombongan Adam dan berhasil membujuk untuk tetap lanjut ke TWI. Namun, hasil analisisku berkata lain. Dia memang sengaja datang untuk menunjukkan sesuatu padaku. Kekuasannya.

Tengah asyik menganalisa keadaan, aku bertemu pandang dengan David. Sepasang bola mata itu seksama sekali. Tak pelak, aku pun berpaling enggan berlama-lama membalas tatap. Yang kutakutkan kesal terpancar dari mata ini hingga membuatnya illfeel. Sementara mereka yang telah membuyarkan sesi curhat kami, masih saja sibuk tertawa-tawa. Sensasi kesal merambat di dinding hati.

"Drew, mau ke Tanjakan Cinta sekarang?"

"Jangan! Nggak boleh, Kak Dave, " sambar Agitha bernada mengancam, padahal itu pertanyaan yang sangat kutunggu-tunggu.

Suasana mendadak lengang. Lagi-lagi dia berusaha unjuk kekuasaan. Aku tahu mereka punya hubungan dekat bahkan sampai ke keluarga, tapi apa haknya melarang-larang David? Siapa dia melarang-larang pangeranku? Mereka pun bertatap-tatapan dengan wajah tegang dan aku mengamati secara bergantian.

"Aku nanya Drewi, bukan kamu," tukas David setelah Issano berdehem.

"Kak Dave, pliss."

Lihat selengkapnya