Tanpa Kata-Kata

myht
Chapter #42

Fragmen Kisah yang Tersisih

Seandainya di depan gerbang waktu itu aku mengejar dan mengungkapkan perasaan, akan seperti apa, ya, kami saat ini?

Mungkin kami tidak akan mengalami luka ini atau setidaknya aku bisa menemani di saat terakhirnya.

Namun, dari surga sana dia pasti tahu betapa cinta ini tulus. Buktinya, dalam mimpi dia tersenyum sangat manis. Tanpa kata cinta, tanpa kata sayang, tanpa nama, dia dan aku tahu rasa kami bertepuk sempurna. Itu saja sudah cukup jadi bekal untuk menjalani lembar baru, dengan hati baru dan cinta baru.

Sampai sekarang, aku sudah sembuh total dari goncangan itu. Aku mempunyai karir yang cukup bagus. Pria yang bersamaku saat ini begitu hangat menerimaku dan lukaku. Dia selalu membuatku nyaman menjadi diriku sendiri. Cinta si Tukang Olok itu begitu besar. Aku mencintainya dan mengimbangi kasih sayangnya. Dia pernah bilang, tidak usah repot-repot untuk bisa menyamai level cintanya padaku. Cukup menerima dan meresapi tanpa pamrih. Katanya, aku bisa memiliki semua cintanya tanpa ragu dan tanpa syarat.

Aku juga dikelilingi oleh orang-orang yang tulus mendukungku. Kami saling peduli satu sama lain. Jujur, salah satu inspirasiku untuk bangkit adalah Agita. Dia pantas mendapatkan gelar wanita hebat. Betapa dia sangat kuat menghadapi lukanya, bahkan memilihkan gaun pernikahan yang sangat spesial untukku. Dia sudah lama berdamai dengan dirinya sendiri. Dia juga yang menginspirasiku untuk bisa bangkit berdiri. Kepura-puraan yang selama ini kulakukan ternyata salah. Berdamai dan menghadapi rasa sakit seperti yang dilakukannya, itulah jalan yang tepat. Shaniar, sahabatku, si wanita elegan, sampai hari ini selalu menanyakan keadaanku. Pelan-pelan kami bertiga menjadi sahabat yang tidak pernah melewatkan momen-momen spesial bersama.

Adam melanjutkan S3-nya di negara Kanguru. Dia sudah menikah dengan warga lokal sana dan akan menyambut anak kedua. Issano sampai sekarang masih bertahan dengan prinsip 'tidak percaya pada pernikahan'. Dia fokus menjadi barista di ibu kota, membuka cabang kafe di beberapa tempat, dan tidak melanjutkan pendidikannya.

Anyway, ada salam dari Kak Bownie untuk pembaca-pembaca wanita yang masih single. Dia sudah kembali ke negara asalnya tapi hehe ....

Lihat selengkapnya