Tanpa Kata-Kata

myht
Chapter #36

Dani dan Titan

Rasa penasaran bergelayut pekat di sepanjang aktivitas kantor. Gelisah yang tak asing berdenyut pelan di dalam dada. Berulang kali kulihat jam dinding dan jam tangan. Bertanya pada mereka, mengapa lama sekali berputarnya? Semakin mendekati jam pulang pikiran ini kian kacau. Hingga aku melarikan diri, menyendiri duduk di atas kloset toilet yang tertutup.

Gaun yang dikirim Dani bukanlah gaun biasa. Jangan bilang itu salah satu caranya mengolok-olokku yang belum bisa melupakan David? Padahal, sudah tak pernah lagi berkomunikasi dengan mereka walau lewat media sosial sekali pun. Beberapa kali kuabaikan nama mereka jika muncul di saran pertemanan. Toh, tidak ada yang bisa mereka jelaskan lagi tentang David.

"Kak David." Kusentuh dada yang tiba-tiba berdenyut getir. Air mata pun mengalir. Punggungnya yang menjauh hari itu berkelebat hingga sesal kembali menggerogoti. Tawa kami di bawah langit sore jelas sekali bergerak di dinding toilet. Aku mengacak-acak rambut agar berhenti kekacauan dimensi waktu yang mulai penuhi kepala.

"Baiklah, Andrewi. Sudah enam tahun berlalu, mari kita lihat seberapa kuat dirimu. Mari hadapi Kak Dani. Mungkin ada sesuatu yang ingin disampaikan. Apa pun itu aku akan siap mendengar. Malah, aku siap jika seandainya dia ingin mendekati atau bahkan melamar. Mungkin memang sudah waktunya membuka hati lagi. Tidak, Drew! Pikiranmu terlalu jauh! Gila! Gila!" ucapku dalam hati sambil membentur-benturkan kepala dengan pelan ke dinding toilet.

...


Lihat selengkapnya