Tanpa Topeng Pangeran

Sabilla SariFani
Chapter #1

BAB 1 - Tantangan



Suara sorak riuh terdengar, khususnya dari arah sudut kanan gedung perlombaan. Suara-suara itu adalah suara para pendukung sekolah Orient yang berhasil menjadi juara 1 dalam final lomba cerdas cermat sekolah tingkat SMA tahun ini.

Pada pendukung itupun menyalami para perwakilan sekolah yang berhasil memenangkan perlombaan. Di sudut lain, ada 2 orang siswi dari sekolah itu yang sedang mengobrol setelah bersalaman dengan perwakilan sekolah tersebut. Mereka adalah Dilya dan Shela.

    “Eh…Dil. Semenjak kak Giyan jadi anggota OSIS, sekolah kita jadi gak pernah ketinggalan info tentang lomba ya?!” kata Shela.

Dilya hanya mengangguk.

“Makanya sekolah kita jadi ngetop deh sekarang karena aktif ikutan lomba-lomba. Ih…kak Giyan keren!” kata Shela.

     “Bukannya lebih keren para peserta yang pada ikut dan menangin lomba ya?! Kok jadi kak Giyan yang keren sih?!” tanya Dilya cuek.

     “Ih,,, loe ya, Dil. Sumpah ya, dia tuh keren banget. Udah cakep, pinter, sopan, rapi, baik lagi. Pokoknya dia itu cowok yang keren deh,” kata Shela menggebu-gebu.

      “Tahu dari mana kalau dia itu baik?” tanya Dilya.              

      “Ya…dari sikapnya tiap hari. Selain itu, dia juga ramah dan murah senyum. Duh… pokoknya gue ngefans banget lho sama dia,” kata Shela sumringah.

     “Oh…kenapa gak masuk Gi-fans Community?!”

“Apaan tuh?”

     “Yaaa… nih anak. Katanya ngefans, tapi gak tahu info tentang kak Giyan. Gi-fans Community itu, komunitas fans-fansnya kak Giyan. Denger-denger sih kegiatannya membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kak Giyan.”

     “Wah…serius?! Masa sih?! Beneran?! Kok gue baru tahu ya?! Kayaknya gue harus cepet-cepet daftar nih.”

     “Iya, buruan sono daftar. Kata anak-anak daftarnya sama Rini.”

     “Oke deh. Loe mau gue daftarin sekalian gak?”

    “Gak usah deh. Gue gak ngefans sama dia.”

    “Lho…kok bisa sih?! Kak Giyan kan bisa dibilang cowok nyaris sempurna. Masa loe gak ngefans sih?!”

   “Gak ada manusia yang sempurna di dunia ini.”

    “Tapi sampe sekarang belum ada tuh yang menemukan kekurangannya.”

    “Ntar gue yang cari tahu.”

    “Kalau gue perhatikan…kayaknya loe benci sama kak Giyan ya?!”

"Gak. Gue hormat dan simpati sama dia. Tapi gue merasa sikap kalian yang suka teriak-teriak heboh waktu lihat dia itu berlebihan.”

“Ah…loe belum mengenal pribadi kak Giyan lebih dekat sih.”

Lihat selengkapnya