Tante Sasa 21+

Dutta Story_
Chapter #1

Bab 1

Seorang pria melangkah keluar dari gedung pernikahan. Penampilannya rapi. Dia bernama Arif Wiguna, berusia 19 tahun.


Langkahnya terhenti saat akan menuju ke parkiran. Tatapannya tertuju ke mobil Ferrari warna biru. Dia berkata,


"Bjirr lah, enggak enak banget lihat papa gue nikah. Padahal baru sebulan mama pergi. Bisa cepet banget move on-nya. Gue yang satu tahun diputusin Felisa, masih aja gue enggak bisa move on," bisiknya pelan.


Di saat dia sibuk berpikir dan berbicara sendiri, kendaraan taksi terhenti di depan Arif. Tak lama seorang wanita keluar dari taksi itu.


Wanita itu berdiri menatap gedung, lalu melangkah mendekati Arif. Wanita itu bertanya,


"Bang, bener ini pernikahan Pak Wiguna dan Kak Yuli?" tanya wanita itu sambil menatap dan memperhatikan Arif.


Arif masih bengong. Dia memikirkan hidupnya yang selalu gagal dalam urusan cinta, bahkan wanita yang bertanya diabaikan begitu saja.


Wanita itu pun langsung kembali berbicara, "Bang!"


"Ehh, maaf-maaf, ada apa, Tante?" Arif sambil tersenyum tipis, dia menatap ke wanita itu, 


"Abangnya kenapa, bengong?"


"Enggak, Tante. Tadi mau bertanya apa?"


"Eumm, yakin enggak ada? Jangan panggil Tante, aku masih muda, baru 25 tahun, panggil aja Sasa."


"Tapi, Tante, eh kamu lebih tua dari aku."


"Enggak apa-apa, tapi saya lebih senang kalau dipanggil Sasa."


"Eumm, yaudah deh, salam kenal ya, aku Arif."


"Arif, kamu habis datang ke pernikahan Pak Wiguna?"


"Iya, tapi bosen, gara-gara semua orang di sana pada berpasangan, jadi sekarang mau pulang."


"Emang pacarnya kemana sih, kok sendirian?"


"Enggak ada sih, soalnya sadar diri, enggak mungkin cewek suka sama orang yang jelek."


"Padahal Arif, ganteng banget mana keren lagi penampilannya."


"Mana ada." Arif terhenti berbicara karena terdengar sebuah bunyi telepon dari sakunya. "Bentar dulu, Sasa." Arif langsung bergerak mengambil telepon genggamnya yang berada di dalam saku.


Dia melihat sebuah panggilan masuk dari telepon genggamnya, dari iPhone 17 Pro Max yang di pegangnya, terlihat sebuah panggilan masuk dengan nama Abdul.


Arif langsung mengangkat panggilan telepon itu. Dia pun menggerakan telepon genggam ke telinganya.


"Halo, Dul," ucap Arif sambil bergerak dan membelakangi Sasa.


"Lo di mana, Rif? Lo bisa ke sini enggak, gue tunggu di caffe, tempat biasa," terdengar suara Abdul dari telepon genggam itu.


"Oke, gue otw ke sana." Arif langsung mematikan panggilan telepon itu, lalu memasukkan ke dalam sakunya.


Saat dia membalikan dirinya, ternyata Sasa sudah tidak berada di sana. Arif tidak berpikir apapun. Dia pun langsung melangkah pergi untuk menuju ke kendaraannya yang terparkir,


Di depan kendaraan, dia membuka dan berlalu masuk. Tak berlama-lama dia langsung menyalakan, mundur, dan melajukan kendaraannya untuk menuju ke caffe.

Lihat selengkapnya