Tante Sasa 21+

Dutta Story_
Chapter #2

Bab 2

Sasa berdiri dari kursi, perlahan melangkah keluar meninggalkan acara pernikahan itu.


Setelah keluar dari gedung, dia menuju pinggir jalan menunggu Kania yang sedang dalam perjalanan.


Karena lelah berdiri, dia menghampiri tembok dan duduk di pinggir jalan itu.


Sasa mengambil telepon genggamnya, menyalakan, dan membuka sosial media agar tidak bosan.


Tak lama, sebuah mobil mewah berhenti di depan Sasa. Kaca mobil terbuka, lalu Kania berbicara, "Sa, ayo naik." Kania tersenyum dari dalam mobil menatap Sasa yang fokus memainkan telepon genggamnya.


Sasa berdiri, melangkah, dan membuka pintu mobil, lalu masuk.


"Sudah lama menunggu?" tanya Kania sambil memperhatikan Sasa.


"Iya, lama banget."


"Soalnya macet, Sa, di jalan. Eh, nanti malam temani ya, biar aku tidak sendirian, datang ke acaranya," Kania menyalakan dan melajukan kendaraannya.


"Boleh sih, lagian di rumah juga tidak ada tugas."


Kania tersenyum karena Sasa bersedia menemaninya ke acara keponakannya malam ini.


Sedangkan Arif masih berada di kafe bersama Abdul. Saat mereka sibuk mengobrol, seorang wanita muda mendekat dan berdiri di meja mereka.


"Mas, boleh duduk di sini?" tanya wanita itu menatap Arif.


Arif menatap sekeliling karena heran dengan wanita yang berdiri di depan mejanya. Ternyata wanita itu memilih untuk ikut duduk karena semua kursi di restoran penuh.


"Boleh kan, Mas? Soalnya tidak bisa lama-lama. Kalau begitu, saya mau mencari restoran lain," ucapnya kembali sambil menoleh ke arah Abdul.


"Ehh, jangan. Boleh kok duduk, lagian kita tidak menunggu siapa-siapa lagi," Arif tersenyum menatap wanita itu.


"Terima kasih, Mas," ucapnya lalu duduk di kursi sambil kembali berbicara, "Oh, iya, Mas, nama saya Laras, salam kenal." Ucapnya sambil menatap Arif.


"Salam kenal juga, Mbak, nama saya Arif Wiguna," Arif tersenyum menatap ke arahnya.


"Kalau saya Abdul," Abdul tersenyum dan menaikkan kedua alisnya.


"Nama kalian keren-keren ya, selain keren kalian juga cakep-cakep. Omong-omong, sudah pada punya pasangan belum?" tanya Laras menatap Arif, dan mengalihkan ke arah Abdul.


"Saya belum ada pasangan," Arif dan Abdul menjawab bersamaan.


Laras menatap ke arah Arif dan mengalihkan ke Abdul, beberapa kali dia mengulangi tatapan itu.


Arif menatap tajam ke Abdul, dia tahu kalau Abdul memiliki seorang wanita bernama Zahra.

Lihat selengkapnya