Telur Dadar Spesial

Oleh: Best Siallagan

Blurb

Pernikahan Ana tidak hancur karena perselingkuhan atau pertengkaran hebat. Hubungan itu mati pelan-pelan dalam diam—mengental dan mendingin seperti sisa minyak goreng di atas wajan.

Di rumah subsidi Cikarang yang gerah, dia dan suaminya berbagi kasur yang sama, namun hidup sebagai dua orang asing. Tidak ada lagi percakapan, yang tersisa di meja makan hanyalah sebutir telur dadar harian dan bunyi sendok yang beradu dengan piring plastik.

Melalui keheningan yang menyesakkan, Ana sampai pada satu kesadaran getir: cinta telah berubah jadi kebiasaan, kebiasaan menjadi beban, dan mereka tetap bertahan... tanpa tahu untuk apa.

Sebuah cerita tentang sebuah rumah yang utuh di luar, tapi runtuh dan kosong total di dalam.

Lihat selengkapnya