Telur Dadar Spesial

Best Siallagan
Chapter #2

Tipe 36/60

Jam dinding berbentuk lingkaran dengan logo bumbu penyedap hadiah dari pasar kaget itu berdetak monoton. Tik. Tik. Tik. Setiap bunyinya terasa seperti ketukan jarum yang menembus tengkorak Ana. Waktu menunjukkan pukul 02.15 WIB.

Ana masih terjaga. Matanya menatap lurus ke atas, menembus remang malam, menghitung garis-garis sambungan pada langit-langit asbes kamar tidur utama mereka. Di luar, suara jangkrik kompleks sesekali kalah oleh deru truk kontainer yang melintas jauh di jalur tengkorak industri. Namun di dalam kamar berukuran dua setengah kali dua setengah meter ini, suara paling dominan adalah dengkur halus Ernesto yang teratur.

Nesto tidur telentang di sampingnya. Pria itu tampak begitu pulas, seolah beban kerja delapan jam berdiri di depan mesin pencetak baja bisa luruh begitu saja begitu kulitnya menyentuh seprai katun murah yang permukaannya sudah mulai berbulu.

Ana memiringkan tubuhnya ke kanan, menghadap suaminya.

Lihat selengkapnya