Telur Dadar Spesial

Best Siallagan
Chapter #9

Telur Dadr yang Terlalu Banyak Garam

Pukul 19.30 WIB. Dapur berukuran dua kali dua meter itu terasa seperti tungku yang memerangkap sisa uap panas dari atap asbes sejak siang hari. Aroma minyak goreng jelantah yang menempel di dinding beradu dengan bau pengap dari selokan luar yang menguap lewat celah bawah pintu. Di atas talenan plastik yang permukaannya penuh guratan pisau kehitaman, sebatang daun bawang dan dua siung bawang merah telah dirajang kasar, mengeluarkan getah pedih yang membuat mata Ana terasa panas.

Ana memegang butir telur ayam negeri terakhir di tangan kanannya. Kulitnya yang cokelat kusam terasa hangat oleh suhu ruangan.

Tuk.

Ana mengetukkan telur itu ke pinggiran wajan aluminium. Kulitnya retak, meninggalkan pecahan kecil yang ikut meluncur bersama cairan kental bening dan kuning telur ke dalam mangkuk plastik.

Tangan Ana bergerak meraih stoples plastik berisi garam dapur. Dia memutar tutupnya hingga mengeluarkan bunyi derit pasir yang kesat. Ana mengambil satu sendok teh penuh garam putih yang kasar, lalu menumpumpahkannya ke dalam mangkuk. Jemarinya tidak berhenti. Dia menciduk sendok kedua, menimbun cairan telur itu di bawah gunungan kristal putih yang asin.

Ana meraih garpu aluminium dan mulai mengocok. Bunyi logam beradu dengan plastik terdengar kasar dan bising di dalam kesunyian dapur. Trak, trak, trak. Dia memaksa kristal-kristal tajam itu melarut, memecahkan kuning telur hingga cairannya berubah wujud menjadi kental, berlendir, dan keruh karena kelebihan sodium.

Minyak di atas wajan mulai memancarkan riak gelombang panas yang tipis. Ana menuangkan adonan lendir itu ke dalamnya.

Cessssss!

Uap gurih yang menusuk hidung langsung membubung, memenuhi seisi dapur hingga dada terasa sesak. Tepian telur dadar itu melebar kaku, dengan cepat berubah warna menjadi cokelat gosong di bagian pinggirannya. Ana membalik telur itu dengan spatula, menekannya kuat-kuat ke dasar wajan panas, menikmati bunyi desisnya yang memekakkan telinga di ruang sempit itu.

Lihat selengkapnya