Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #6

6. Pengumuman yang Salah

Hari program berlangsung pada Sabtu pagi di aula asrama.

Aku datang satu jam lebih awal untuk memastikan semua sudah siap — proyektor terhubung, susunan kursi sesuai denah, name tag narasumber di meja yang benar, air mineral di setiap tempat yang seharusnya ada air mineral. Aku bergerak dari satu titik ke titik lain dengan daftar periksa di tangan, mencentang satu per satu, dan ada kepuasan kecil di setiap centang yang kuberikan — kepuasan yang sudah lama tidak kurasakan dari hal-hal di luar lomba. Ada sesuatu yang bisa diverifikasi di sini, yang bisa dikonfirmasi: ini sudah selesai, ini sudah benar, ini sudah di tempatnya.

Kak Dira datang tiga puluh menit kemudian dengan wajah tenang dan kemeja rapi.

"Semua sudah siap?" tanyanya.

"Sudah, Kak."

"Bagus." Ia mengedarkan pandangan ke aula, mengangguk-angguk pelan. "Kamu memang bisa diandalkan."

Aku tersenyum dan kembali ke daftar periksa.

Program berlangsung lancar.

Workshop pertama tentang manajemen waktu — narasumber dari kakak tingkat yang aku hubungi tiga minggu lalu, materi yang aku susun dan ia sampaikan dengan cara yang sedikit berbeda tapi intinya sama. Peserta — adik-adik kelas sepuluh yang baru masuk asrama — duduk dengan campuran antusias dan canggung yang khas orang baru. Aku duduk di barisan paling belakang, mengikuti jalannya sesi, mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki untuk sesi berikutnya. Tangan mencatat, mata memantau, telinga mendengarkan — semua bergerak dalam satu ritme yang terasa seperti milikku sendiri.

Di tengah workshop kedua, ponselku bergetar. Pesan dari Nisa: program bagus banget shei, tadi aku liat dari pintu. siapa yang bikin konsepnya?

Aku mengetik balas: tim kok, banyak yang bantu.

Lihat selengkapnya