Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #15

15. Kabar Pindah

Pengumuman itu datang pada Senin pagi lewat surat yang diselipkan di bawah pintu kamar.

Aku menemukannya setelah alarm berbunyi, ketika sedang dalam fase menatap langit-langit yang sekarang berdurasi lebih pendek dari sebelumnya — tiga belas menit alih-alih dua puluh, kemajuan kecil yang tidak ada yang tahu tentangnya kecuali aku sendiri. Kemajuan yang tidak terlihat adalah jenis kemajuan yang paling tidak dirayakan dan paling nyata.

Amplop putih tipis di bawah pintu, nama kamar tertera di depannya dalam tulisan tangan pengurus asrama.

Aku membukanya sambil duduk di tepi kasur.

PEMBERITAHUAN PERUBAHAN PENEMPATAN KAMAR

Dengan hormat, diberitahukan bahwa sehubungan dengan program renovasi parsial Gedung Asrama Anggrek lantai dua, beberapa penghuni kamar akan dipindahkan ke unit kamar yang tersedia di lantai tiga. Pemindahan akan berlangsung pada akhir minggu ini.

Kamar yang terdampak: 210, 212, 214, 216.

Penghuni kamar 214: Sheira Pradana & Nisa Rahmawati akan dipindahkan ke kamar 312 (Gedung Anggrek Lantai 3).

Aku membaca surat itu dua kali. Lalu meletakkannya di atas meja dan menatapnya.

Kamar 214 adalah kamarku sejak semester satu. Dua tahun. Sudah cukup lama untuk mengetahui suara mana dari lorong yang menandakan jam makan malam hampir habis, cara cahaya matahari pagi masuk dari celah gorden dengan sudut yang berubah tergantung musim. Yang lebih penting: di kamar ini tidak ada yang mengawasi terlalu dekat. Keseimbangan itu terbentuk selama dua tahun.

Di lantai tiga, kamar baru, tidak ada keseimbangan apa-apa.

"Kamu baca belum?" Nisa masuk dari kamar mandi dengan rambut masih agak basah, handuk di pundak. Matanya langsung ke surat di meja. "Oh. Sudah."

"Kamu tau sebelumnya?"

"Baru tau sekarang juga." Ia mengambil surat dan membacanya. "Lantai tiga." Ia menghela napas pelan. "Yah. Lumayan ribet pindah-pindahannya."

"Akhir minggu ini."

"Iya." Nisa meletakkan surat kembali. Ada ekspresi di wajahnya yang tidak langsung bisa kubaca. "Shei?"

Lihat selengkapnya