Ruang praktik Bu Dewi berbeda dari ruang BK.
Ini di luar sekolah — gedung kecil di jalan yang tenang, dengan papan nama kecil di depan yang tidak terlalu mencolok, dengan tanaman di dalam pot yang terlihat dirawat dengan sungguh-sungguh. Bu Hesti yang merekomendasikan, dan ibu yang akhirnya membuat janji setelah percakapan telepon tiga minggu lalu.
Aku datang bersama ibu.
Itu sendiri sudah berbeda dari semua sesi sebelumnya — semua percakapan dengan Bu Hesti aku lakukan sendiri, semua keputusan kecil aku buat sendiri. Tapi ada sesuatu tentang duduk di kursi tunggu dengan ibu di sebelahku — ibu yang tidak banyak bicara di mobil tadi, yang hanya sesekali menglirauku dari sudut matanya dengan cara yang tidak bisa kuartikan tapi tidak terasa seperti penilaian — yang berbeda dari biasanya.
Berbeda bukan dalam arti buruk.
"Nervous?" tanya ibu di kursi tunggu, pelan.
"Sedikit."
Ibu mengangguk. Tidak berkata kalau kamu nervous berarti ada yang salah, tidak berkata seharusnya tidak perlu nervous, hanya mengangguk dengan cara orang yang menerima informasi dan tidak tahu harus melakukan apa dengannya kecuali diam bersamanya.