Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #26

26. Ketika Papa Tau

Papa mendengarnya seminggu setelah sesi pertama dengan Bu Dewi.

Bukan karena aku yang memberitahu langsung — aku masih belum siap untuk itu, masih menyusun kata-kata yang tepat, masih mencari waktu yang tidak terlalu salah. Tapi ibu yang memberitahu, dengan cara yang tidak bisa kuprotes karena dilakukannya dengan hati-hati, dengan cara yang tidak dramatis, dengan cara yang terasa seperti ia sudah memikirkannya cukup lama sebelum memutuskan.

Papa menghubungiku lewat telepon pada hari Rabu sore.

"Shei." Nadanya berbeda dari biasanya — lebih pelan, lebih hati-hati. Nada yang tidak banyak kukenal dari Papa. "Ibu cerita. Tentang kamu pergi ke dokter."

"Psikolog, Pa."

"Iya. Psikolog." Ada jeda. "Kenapa nggak bilang Papa dari dulu?"

Pertanyaan yang sama dengan pertanyaan ibu. Aku sudah punya jawabannya.

"Belum tau caranya, Pa."

Lihat selengkapnya