Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #27

27. Kapasitas

Bu Dewi pernah berkata bahwa salah satu hal yang paling penting untuk dipelajari adalah perbedaan antara kapasitas dan kemauan.

"Kamu mungkin mau melakukan banyak hal," katanya di sesi keempat. "Tapi kapasitasmu di hari tertentu bisa lebih kecil dari kemauanmu. Dan memaksakan kapasitas untuk mengikuti kemauan bukan heroik — itu justru kontraproduktif."

Aku memikirkan itu cukup lama setelah sesi itu selesai.

Karena selama bertahun-tahun aku sudah mengira bahwa ada yang salah dengan diriku ketika kapasitas tidak sesuai kemauan. Bahwa jika Kak Reno bisa mengerjakan proyek sampai tengah malam dan masih bersemangat pagi harinya, maka seharusnya aku juga bisa. Bahwa jika orang lain bisa hadir di keramaian tanpa merasa terkuras, seharusnya aku juga bisa. Bahwa perbedaan antara apa yang aku mampu dan apa yang orang lain tampak mampu adalah bukti kekurangan, bukan sekadar perbedaan.

Aku tidak pernah mempertimbangkan bahwa kapasitas orang berbeda-beda — bukan dalam arti kelemahan, tapi dalam arti bahwa masing-masing sistem bekerja dengan cara yang berbeda, dan memaksa sistem yang satu untuk bekerja seperti sistem yang lain adalah resep untuk kerusakan.

Rabu itu aku menolak tawaran Kak Dira.

Lihat selengkapnya