Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #28

28. Ulang Tahun ke Tujuh Belas

Ulang tahunku jatuh pada hari Kamis.

Di asrama, ulang tahun tidak punya protokol yang tetap — kadang ada yang merayakan dengan besar, kadang tidak ada yang tahu. Aku termasuk yang biasanya tidak mengumumkan, karena ada bagian dariku yang sudah sangat lama tidak yakin apakah ulang tahun sendiri adalah sesuatu yang layak dirayakan.

Tapi tahun ini Nisa tahu — ia selalu tahu, ia hafal tanggal ulang tahun semua penghuni kamarnya sejak semester satu — dan ia mempersiapkan sesuatu kecil.

Kecil dalam arti satu potong kue brownies dari kantin dengan satu lilin yang dipinjam dari entah mana, malam sebelumnya.

"Happy birthday, Shei," kata Nisa, meletakkan kue itu di meja belajarku jam sembilan malam ketika Wulan sudah setengah tertidur.

Aku menatap brownies itu. Lilinnya kecil, agak miring, dan ada sesuatu tentang ketidaksempurnaan itu yang membuat tenggorokanku terasa aneh.

"Kamu nggak harus—"

"Aku tau." Nisa duduk di kasurnya. "Tapi aku mau."

Aku meniup lilin itu — satu tiupan kecil, dan api padam, dan asap tipis naik ke udara kamar dan hilang.

"Wish-nya apa?" tanya Nisa.

Lihat selengkapnya