Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #29

29. Rayan dan Satu Percakapan yang Berbeda

Pertemuan itu tidak direncanakan.

Aku sedang di perpustakaan pada Selasa sore — bukan di meja sudut yang biasa, tapi di meja tengah yang lebih terang karena hari itu aku ingin duduk di cahaya yang lebih terbuka. Buku terbuka di depanku, kopi susu dari mesin di kantin sekolah yang rasanya tidak pernah benar-benar seperti kopi tapi selalu kubeli karena ritualnya.

Rayan masuk sekitar jam empat.

Ia tidak melihatku langsung — berjalan menuju rak referensi dengan langkahnya yang biasa, mengambil sesuatu, lalu berbalik dan matanya menemukan mataku secara tidak sengaja.

"Oh." Ia mengangkat dagunya sebagai sapaan. "Di sini."

"Di sini," aku mengulangi.

Ia mendekat dan melihat buku di mejaku dengan cara seseorang yang membaca judul tanpa bermaksud khusus.

"Sosiologi?"

"Tugas."

"Mau ditemenin atau sendiri?"

Pertanyaan itu — cara ia mengatakannya, tanpa asumsi — membuat aku berhenti sebentar. Ada orang yang langsung duduk tanpa bertanya, ada yang bertanya tapi dengan cara yang sudah mengandung jawaban yang diinginkan. Rayan bertanya dengan cara yang benar-benar memberiku pilihan.

Lihat selengkapnya