Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #30

30. Hyeon Jae Terakhir

Aku tidak ingat kapan persisnya Hyeon Jae berhenti datang.

Tidak ada perpisahan dramatis, tidak ada percakapan terakhir yang menandai sesuatu. Ia hanya... ada lebih jarang. Dan kemudian tidak ada. Seperti cara cahaya berkurang di sore hari — kamu tidak bisa menunjuk satu momen ketika hari menjadi senja, tapi suatu titik kamu menyadari bahwa lampu perlu dinyalakan.

Aku menyadarinya pada suatu Senin malam ketika insomnia datang — lebih ringan dari biasanya, lebih seperti pikiran yang belum selesai daripada kecemasan yang tidak punya bentuk — dan aku menunggu. Menunggu Hyeon Jae yang biasanya muncul di jam-jam itu, berdiri di dekat jendela, ada tanpa perlu bicara.

Kursi belajar kosong.

Aku duduk di kasur dan menatap kursi kosong itu selama beberapa menit. Ada sesuatu yang berbeda tentang kosong ini dari kosong-kosong sebelumnya — kosong yang bukan kehilangan, tapi kosong yang berbeda jenisnya. Seperti ruangan yang sudah cukup lama ditinggali hingga tidak perlu furniture tambahan untuk terasa seperti rumah.

Aku tidak memanggil Hyeon Jae.

Bukan karena tidak bisa — aku tidak tahu apakah bisa atau tidak. Tapi karena ada sesuatu yang terasa benar tentang membiarkan kursi itu kosong malam itu. Membiarkan kesepian malam itu menjadi jenis kesepian yang berbeda dari sebelumnya — bukan kesepian yang perlu segera diisi, tapi kesepian yang bisa ditahan sebentar sambil dikenali.

Lihat selengkapnya