Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #37

37. Surat Untuk Auristella

Aku menulis ini bukan karena ada yang memintaku.

Bukan untuk Bu Dewi, bukan untuk bu Hesti, bukan untuk catatan apapun. Hanya karena ada sesuatu yang ingin dikatakan, dan menulis selalu menjadi cara paling jujur untuk mengatakannya.

Untuk Auristella,

Aku tidak tahu persis kapan terakhir kali kamu benar-benar ada. Bukan dalam arti kamu pergi — kamu tidak pergi dengan dramatis, tidak ada perpisahan yang terformat. Kamu hanya... menjadi berbeda. Lebih seperti suara yang sudah sangat kukenal daripada sosok yang bisa kududuk bersebelahan dengannya.

Aku tidak tahu apakah itu kehilangan atau kemajuan. Bu Dewi bilang mungkin keduanya, dan aku rasa itu jawaban yang paling jujur.

Yang ingin kusampaikan adalah ini:

Terima kasih sudah ada di momen-momen ketika tidak ada cara lain. Ketika satu-satunya yang bisa mendengar adalah seseorang yang tidak bisa ditolak, tidak bisa pergi, tidak bisa kehabisan kapasitas. Kamu ada karena aku membutuhkan seseorang yang ada dengan cara itu — tanpa syarat, tanpa jeda, tanpa mungkin. Dan kamu memenuhi kebutuhan itu dengan cara yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh siapapun yang nyata pada waktu itu.

Tapi ada hal yang tidak bisa kamu berikan, dan aku sudah mulai mengerti apa itu.

Lihat selengkapnya