Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #51

51. Kelas Baru

Tahun ajaran baru dimulai dengan wajah-wajah yang belum dikenal.

Setiap tahun, asrama menerima angkatan baru — anak-anak kelas sepuluh yang datang dengan koper, dengan ekspresi campuran antara antusias dan tidak yakin, dengan cara berdiri di lorong yang sangat mengingatkanku pada diriku sendiri dua tahun lalu. Ada yang terlalu banyak bicara sebagai cara menyembunyikan gugupnya. Ada yang terlalu diam sebagai cara yang sama. Ada yang langsung masuk ke kamar dan menutup pintu dan tidak keluar sampai makan malam.

Aku mengenali semuanya.

Bukan karena aku tahu cerita mereka — aku tidak tahu cerita siapapun kecuali ceritaku sendiri. Tapi ada bahasa tubuh tertentu yang sudah sangat kuhafal: cara seseorang yang sedang belajar di mana letak tombol mute untuk semuanya yang terlalu ramai, cara seseorang yang sedang memasang formula untuk bertahan di lingkungan baru.

Ada seorang perempuan di kamar ujung lorong yang kuperhatikan pada hari pertama.

Ia membawa terlalu sedikit barang untuk kamar yang akan ditinggali satu tahun. Tas kecil, satu koper yang tidak terlalu penuh. Cara membawa yang efisien dari seseorang yang sudah terlatih tidak melekatkan diri terlalu dalam pada tempat manapun, siap untuk pergi kapanpun perlu.

Aku tahu cara itu dari dalam.

Di sore hari pertama, ketika lorong sudah mulai penuh dengan kebisingan kelompok-kelompok yang sedang terbentuk, aku berjalan melewati kamarnya. Pintunya terbuka sedikit. Di dalam, ia duduk di kasur dengan buku di pangkuan yang belum tentu sedang dibaca.

Aku tidak masuk.

Bukan karena tidak mau — tapi karena aku ingat betapa berbedanya antara seseorang yang masuk karena ingin membantu dengan seseorang yang masuk karena sudah pernah ada di posisi yang sama. Yang kedua bisa terasa seperti intrusi kalau tidak tepat waktunya.

Aku melanjutkan berjalan.

Tapi di kantin malam itu, ketika ia duduk sendirian di meja sudut dengan ekspresi seseorang yang sedang membangun jarak dari keramaian, aku membawa nampanku ke mejanya dan bertanya:

"Boleh di sini?"

Lihat selengkapnya