Teman dari Luka yang Sama

aether.writes
Chapter #55

55. Proyek Selesai

Bu Rani membaca esai personalku di depan kelas.

Ia tidak memberitahu sebelumnya bahwa akan melakukannya — aku menyerahkan teks itu dua minggu lalu dan tidak berpikir lebih jauh tentang apa yang akan dilakukan dengannya sesudah itu. Tapi pagi itu ia berdiri di depan kelas dengan beberapa lembar kertas di tangannya dan berkata:

"Hari ini kita dengarkan satu karya dari teman kalian. Tanpa nama — penulis memilih untuk anonim, dan itu pilihan yang sah."

Aku tidak bergerak di bangkuku.

Ia mulai membaca.

Kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang sudah sangat kukenal — karena aku yang menulisnya, karena aku yang sudah membacanya berkali-kali dalam proses menyelesaikannya. Tapi mendengarnya dibacakan dengan suara orang lain, di ruangan yang penuh dengan orang-orang yang tidak tahu siapa penulisnya, terasa seperti pengalaman yang sama sekali berbeda.

Kelas diam.

Bukan diam yang tidak tertarik. Diam yang mendengarkan.

Ketika Bu Rani selesai membaca, ada hening sejenak. Lalu ada yang berkata dari barisan belakang:

"Siapa yang nulis ini?"

Bu Rani tersenyum.

"Penulis memilih anonim. Tapi siapapun yang mendengar dan merasa tulisan ini berbicara tentang sesuatu yang relevan — itu yang ingin saya diskusikan hari ini."

Lihat selengkapnya