Aku membuat daftar.
Bukan daftar pencapaian, bukan daftar nilai atau lomba atau hal-hal yang bisa ditunjukkan kepada orang lain. Daftar hal-hal kecil yang berubah dalam setahun ini yang mungkin tidak terlihat dari luar tapi terasa nyata dari dalam.
Pertama: aku minum air putih yang cukup. Ini terdengar tidak penting, tapi selama bertahun-tahun aku selalu terlalu sibuk atau terlalu tidak hadir untuk memperhatikan hal-hal sedasar itu. Sekarang ada botol air di meja yang kuisi setiap pagi.
Kedua: aku makan malam lebih sering di kantin daripada dengan biskuit di kamar. Bukan setiap malam — ada hari-hari yang masih lebih mudah untuk tidak pergi ke tempat yang ramai. Tapi lebih sering dari sebelumnya.
Ketiga: aku bisa duduk di keramaian — kantin, lorong, kelas — tanpa sepenuh energi tersedot untuk mengelola performa. Ada ruang yang tersisa untuk benar-benar memperhatikan orang-orang di sekitar.
Keempat: aku tertawa lebih nyata. Bukan tawa formula yang mengikuti irama. Tawa yang datang karena sesuatu memang lucu atau menyenangkan atau mengejutkan, yang keluar sebelum sempat dipikirkan.
Kelima: aku sudah bisa mengatakan tidak butuh dengan cara yang tidak memerlukan tiga hari untuk pulih dari rasa bersalahnya setelah itu.
Keenam: pagi-pagiku rata-rata tujuh menit sekarang. Tujuh menit antara alarm dan berdiri. Itu kemajuan dari dua puluh.
Ketujuh: tremor sudah lebih jarang dari seminggu sekali ke sekali atau dua kali sebulan. Dan ketika datang, aku tidak langsung menekan jari ke paha — aku membiarkannya sebentar sambil menunggu.