Teman Kontrak

Wardatul Jannah
Chapter #6

05 - Topeng

"Kenapa?" Dzakira bertanya pada lawan bicaranya yang tak lain adalah Archer. Dia heran kenapa cowok itu malam ini tiba-tiba datang, ada di depan rumahnya. Dia berdiri di dekat jendela mobil Archer yang terbuka itu.

"Ikut gue!" pinta Archer. "Masuk!"

"Mau ke mana?" balas Dzakira masih di pijakannya. Kentara di wajahnya, sangsi.

Archer tersenyum. "Ikut saja."

Masih ragu, Dzakira berniat menggeleng. Tapi, diurungkan. Dia agak takut. Ke mana Archer akan membawanya? Omong-omong dia belum lama mengenal Archer. Dia tidak boleh cepat percaya begitu saja pada cowok itu.

"Lo ragu?" Archer bertanya seolah-olah mengerti apa yang dipikirkan Dzakira.

Dzakira mengangguk.

Archer tertawa kecil. Kemudian tersenyum simpul, berusaha meyakinkan cewek itu. "Tenang saja, gue bakalan bawa lo ke tempat yang menyenangkan. Lo gak perlu takut."

Dzakira terlihat masih ragu. Dia menundukkan kepalanya.

"Gak apa-apa. Ayolah! Kalo ada gue lo gak perlu takut," bujuk Archer lagi. Tampaknya dia tidak juga menyerah sebelum cewek itu ikut bersamanya. Tentunya ke tempat yang menyenangkan, baginya.

"Tapi, gue belum minta izin sama ibu gue. Gue gak yakin kalo ibu bakalan izinin," balas Dzakira sambil beberapa kali menoleh ke arah pintu masuk rumahnya yang tertutup itu.

"Cuma sebentar, lo gak perlu minta izin."

"Beneran cuma sebentar?"

Archer mengangguk.

"Baiklah."

Dzakira masuk ke mobil Archer dan duduk di sebelah cowok itu. Hingga mobil itu telah melaju, Dzakira tidak juga sadar ada seringaian di wajah Archer.

Keputusan yang salah.

***

Dzakira tidak mengerti, tiba-tiba Archer menepikan mobilnya di tepi jalan raya. Menyuruhnya menutup mata menggunakan kain yang sudah dipersiapkan. Lagi-lagi Archer meyakinkannya, dia mengikat kain itu di kepalanya kemudian menutup matanya.

Apakah Archer akan memberinya surprise? Tapi, dia tidak sedang ulang tahun.

Lihat selengkapnya