Teman Kontrak

Wardatul Jannah
Chapter #11

10 - Lemari

Tidak seperti tempo hari, Archer tidak lagi tampak seperti kesetanan kala melajukan motornya.

Karena semua guru ada rapat mendadak ketika jatah mata pelajaran terakhir, jadilah hari ini lebih cepat pulang. 

Awalnya Dzakira pikir Archer akan langsung mengantarnya pulang. Namun, dia mulai panik ketika laju motor Archer tidak mengarah ke rumahnya. Ke mana Archer akan membawanya? Dia mulai gelisah. Apa saat ini cowok itu berniat mempermainkannya?

"Archer, lo mau bawa gue ke mana?!" tanya Dzakira setengah berteriak.

"Nanti lo bakalan tau sendiri."

"Archer, jangan bawa gue ke tempat yang aneh-aneh, ya!" pinta Dzakira dengan nada sarat gelisah.

Bibir tebal Archer tanpa sadar tertarik membentuk senyum, sadar dengan kepanikan cewek yang ada di belakangnya itu.

Dzakira tertegun ketika motor Archer menepi di depan gerbang hitam sebuah rumah besar. Ketika Archer membunyikan klakson, gerbang itu dibuka oleh seorang satpam. Dzakira memandang takjub rumah mewah cowok itu.

Archer memarkirkan motornya di pelataran rumah. Membuka helmnya dan mengajak Dzakira masuk. Tetapi, cewek itu tampaknya tak juga beranjak dari pijakan. Akhirnya dia yang melepaskan helm dari kepala cewek itu dan menarik tangan agar mengikutinya.

"Archer, di rumah lo ada siapa aja?" Dzakira bertanya, mengantisipasi.

"Gue cuma tinggal sama nyokap. Tapi, nyokap gue jarang di rumah. Jadi, gak ada orang di rumah gue."

"Gue gak mau masuk! Gue takut!"

Archer menghela napasnya. "Kenapa takut?"

"Gimana enggak takut? Dalam rumah lo enggak ada orang. Kalo gue masuk, berarti cuma ada gue sama lo. Gue kapok sama lo. Lo aja pernah ajak cewek ke hotel. Jadi, gue gak mau masuk," ujar Dzakira jujur.

Archer tersenyum getir. Seperti itukah dia di mata Dzakira? "Lo tenang aja. Gue enggak tertarik sama lo. Lo bakalan pulang dalam keadaan baik-baik aja. Gue jamin."

Lihat selengkapnya