Teman Kontrak

Wardatul Jannah
Chapter #13

12 - Pacarnya Bang Archer

Setelah makan di salah satu restoran, serta mengantar Dzakira pulang, Archer tidak lagi keluyuran ke mana pun. Dia langsung pulang ke rumahnya. Ketika membuka pintu kamarnya, langkahnya terhenti sesaat. Ada Daniar yang duduk di kursi dekat meja belajarnya. Tak acuh, dia menghempaskan tubuhnya ke atas kasurnya.

"Gimana sekolah barumu? Kamu betah?" Ibunya itu bertanya.

"Mau betah atau enggak, apa Mama peduli?" Archer balik bertanya.

"Tentu saja Mama peduli padamu. Kalau bukan padamu, pada siapa lagi?" Daniar kini duduk di tepi tempat tidur putranya itu. "Kamu satu-satunya yang sangat berharga bagi Mama."

Archer mengubah posisinya menjadi terduduk. "Archer gak percaya. Bukannya satu-satunya yang berharga bagi Mama itu adalah pekerjaan Mama? Apa Mama sering habisin waktu sama Archer? Enggak, kan, Ma?!"

"Mama ngelakuin ini buat kamu. Mama pengin kamu punya masa depan yang cerah."

Archer tak membalas lagi. Dia menundukkan kepalanya. Alasan Daniar selalu sama—mencari uang untuknya. Padahal baginya semua materi yang diberikan oleh Daniar sudah lebih cukup. Bahkan ayahnya yang ada di Jepang saja rutin mengiriminya uang setiap bulan.

"Kamu udah kelas dua belas. Mama akan cariin tempat bimbel yang bagus buat kamu," ujar Daniar sambil menatap Archer.

"Archer bisa cariin sendiri," balas Archer datar.

"Baiklah. Kamu harus punya persiapan yang matang biar lolos di universitas impian kamu. Terserah kamu mau pilih di mana, di Indonesia boleh. Luar negeri juga boleh."

Kemudian hening, lama.

Jujur saja, Archer tidak suka dengan suasana seperti itu. Padahal dia saat ini bersama ibu kandungnya sendiri. Namun, hubungan mereka tidak dekat.

"Ya udah, Mama mau istirahat dulu. Besok pagi Mama berangkat lagi." Daniar sudah berdiri.

"Kali ini ke mana?"

"Paris."

"Oh," balas Archer singkat. "Kapan pulang?"

"Mungkin Minggu depan."

"Bagus. Mama memang tidak pernah punya waktu lama-lama di rumah." Archer kembali berbaring. Dia kesepian.

Lihat selengkapnya