Teman Kontrak

Wardatul Jannah
Chapter #23

22 - Stay Away!

Dzakira belum melihat batang hidungnya Archer pagi ini. Pun tak ada tanda-tanda kedatangan cowok itu. Dia berdiri di ujung koridor kelas Archer, hingga tiga menit lagi bel masuk akan berbunyi. Bahunya merosot. Dia tidak tenang sebelum bertemu dengan Archer. Dengan berat, dia bergerak ke kelasnya.

Usaha fokus pada materi yang diajarkan guru, raib sudah. Seakan-akan hanya Archer yang ada dalam pikirannya. Pertanyaan kedua temannya hanya dibalas singkat dan kadang dengan gelengan. Tak bersemangat.

Hal yang sama juga dilakukannya kala jam istirahat tiba. Meninggalkan kedua temannya sudah menjadi kebiasaan, berlalu menuju kelas Archer. Dia berjinjit, dari balik jendela menatap satu per satu isi kelas Archer. Tak ditemukan sosok yang dicarinya. Atensinya beralih pada penghuni kelas yang keluar dari sana. Harapannya muncul saat seorang cowok yang tidak salah teman sebangku Archer berjalan berlawanan dengannya. Mungkin cowok itu tahu mengapa Archer tidak hadir hari ini.

"Tunggu!" Dzakira memberanikan dirinya menghentikan Fattan. "Teman sebangku Archer, kan?"

Fattan mengangguk kecil. Dia tahu, cewek yang berdiri di depannya, pernah dia lihat bersama Archer.

"Kenapa Archer enggak masuk sekolah hari ini?" tanyanya.

"Lo benar-benar enggak tau?" Fattan balik bertanya.

Dzakira menggeleng.

"Daniar, salah satu desainer terpandang. Semalam mengembuskan napas terakhirnya. Daniar itu mamanya Archer," jelas Fattan.

Dzakira mematung di tempat. Dirasakannya seperti ada sesuatu yang hendak lolos dari matanya. Dia terenyuh. "Makasih, udah ngasih tau."

Fattan mengangguk dengan wajah datarnya. Tak lama berlalu pergi.

Dzakira masih di pijakannya. Kenapa dia merasa sesak? Kenapa dia baru tahu sekarang tentang orang yang disukainya? Dia tahu Archer kesepian selama ini. Bagaimana kalau cowok itu tambah kesepian? Pasti memberatkan bagi Archer.

Kemarin Archer marah padanya. Dan semalam berduka karena kepergian ibunya. Dzakira yakin Archer pasti sangat sedih sekarang. Dia jadi ingin berada di sisi Archer saat ini. Dia ingin menguatkan cowok itu. Dia ingin menenangkan cowok itu.

Dzakira bertekad untuk ke rumah Archer setelah pulang sekolah nanti. Dia harus ke sana, pikirnya.

***

Bunga segar bertaburan di atas gundukan tanah yang di dalamnya terbaring kaku seorang wanita yang tak lagi bernyawa. Satu per satu orang meninggalkan pemakaman, menyisakan Archer yang berjongkok di dekat makam ibunya itu.

Lihat selengkapnya