Teman Kontrak

Wardatul Jannah
Chapter #25

24 - Suka Archer

Subuh tiba, mata Archer perlahan-lahan terbuka. Pertama yang dia lihat adalah ruangan agak gelap. Dia mengubah posisinya menjadi terduduk. Dia memijit pelipisnya karena pusing. Matanya terus berusaha memandang sekeliling. Setelah penglihatannya menjadi jelas, dia sadar kalau dirinya di rumah Dzakira.

Omong-omong, bagaimana bisa dia ada di sana? Apa dia menginap di rumah Dzakira? Apa saja yang terjadi semalam?

Archer hanya ingat kalau semalam dia pergi ke sebuah bar. Dia mendapat telepon dari ayahnya. Dia minum di bar itu. Dan, dia tidak tahu lagi apa yang dia lakukan setelah itu. Usai menghabiskan beberapa gelas wine.

Bukankah dia sedang marah dengan Dzakira? Ah, pasti dia datang ke rumah Dzakira dalam keadaan mabuk, pikirnya. Dia beranjak dari tempat duduknya. Gila, memikirkan apa yang sedang dialaminya itu. Ketika tangannya menyentuh kenop pintu, sial, terkunci. Kuncinya tidak ada di lubang.

"Archer, kapan lo bangun?" tanya Dzakira yang beberapa saat lalu baru selesai salat subuh. Dia ke sana untuk melihat Archer.

Archer berbalik.

"Lo udah mendingan? Lo pusing gak?" khawatir Dzakira.

"Gak usah sok peduli!" seru Archer dingin.

Dzakira kecewa. Dia ingin Archer berterima kasih, namun inilah yang diterimanya. Tampaknya dia belum bisa meluluhkan Archer. Padahal dia ingin sangat Archer baikan dengannya. Apalagi mengenang ucapan Archer semalam, kala cowok itu mengungkapkan perasaan padanya. Ingin bertanya apakah itu benar atau tidak.

"Tapi, gue emang peduli sama lo," ujar Dzakira berusaha meyakinkan Archer walau akhirnya tak dipercaya.

"Nak Archer, kamu udah sadar?" Linda datang tiba-tiba dan langsung melontarkan pertanyaan pada Archer.

Kepada Linda, Archer lebih sopan ketimbang pada Dzakira. "Saya udah enggak apa-apa, Tan. Terima kasih banyak udah khawatirin saya. Maaf kalo saya ngerepotin. Saya pamit pulang ya, Tan."

"Kamu mau pulang terus? Salat dan nanti sarapan di sini aja dulu, ayo!" tawar Linda.

Archer tersenyum ramah. "Gak papa, Tan. Saya di rumah aja."

"Baiklah." Linda membuka kuncian pintu. Setelah membuka pintu, Linda memberi wejangan untuk Archer. "Nak Archer, kalo kamu lagi punya masalah, jangan lampiaskan ke hal-hal buruk seperti semalam, ya. Kamu tau, kan? Dalam agama kita minum-minuman beralkohol itu haram. Kalo kamu benar-benar kacau, ngadu kepada-Nya. Salat rajin-rajin, dan jangan lupa berdoa."

Archer menunduk, paham kalau apa yang dia lakukan adalah jalan salah. "Maaf, Tan, kalo saya udah terlihat buruk di mata Tante. Makasih sarannya."

Linda tersenyum, sambil menepuk pundak Archer beberapa kali. "Kalo udah tau, jangan diulangi, ya. Tante tau kalo kamu sebenarnya anak baik."

"Baik, Tan. Ya udah, saya pamit dulu."

"Hati-hati di jalan." Linda mengantar Archer sampai ke teras.

Lihat selengkapnya