Temen Agak Sonoan Dikit

Banyu Milli
Chapter #1

Bab 1. Jalan bareng

Weekend ini Denis habiskan dengan rebahan di kamar sambil menonton drama Korea yang baru rilis. Perempuan bernama lengkap Denisa Ariesta Putri Agung itu lebih suka menghabiskan waktu liburnya untuk berdiam diri di kamar atau di rumah.

Padahal sejak pagi tadi sang mama sudah mengomel, memintanya untuk keluar rumah mencari calon pasangan seperti perempuan lainnya. Namun Denis memilih abai dengan omelan sepanjang jalan kenangan itu.

Bukan karena tidak laku, melainkan Denis masih belum bisa membuka hatinya untuk pria setelah dikhianati sang kekasih tiga tahun lalu. Hal itu membuatnya tidak lagi berpikir untuk berhubungan serius dengan pria yang mendekatinya.

Perempuan cantik berdarah Jawa itu pernah menjalin hubungan serius dengan seorang pria, tetapi harus kandas. Alasannya hanya karena ia belum siap untuk menikah, pria itu justru melamar kekasihnya yang lain.

Hal tersebut benar-benar membuat Denis terkejut, pasalnya hubungan mereka baik-baik saja. Namun tiba-tiba kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan.

Saat itu Denis masih sempat meminta penjelasan, meski hatinya harus menahan sakit mendengar kenyataan bahwa selama ini kekasihnya memiliki selingkuhan. Dan andai saja saat itu ia menerima lamaran sang kekasih, maka yang mengalami hal seperti ini adalah perempuan lain.

Namun Denis sudah melupakan itu semua. Baginya, apa yang terjadi di masa lalu cukup dijadikan pelajaran agar tidak salah memilih pasangan. Hal itu pula yang membuatnya sulit menjalin hubungan serius, meski banyak yang ingin berhubungan dengannya.

"Dee, buka pintunya!"

"Apaan sih, ganggu aja," Denis melepas earphone yang bertengger di telinganya saat pintu kamarnya digedor dari luar.

"Keluar juga akhirnya. Dee, temenin gue keluar, yuk."

"Males ah, panas."

"Kan pakai mobil. Lagian gue mau ajak lo ke mal. Ayolah, temenin sahabat lo ini."

Ingin rasanya Denis memukul wajah sok sedih yang dibuat temannya itu karena sudah mengganggu acara hari Minggunya.

"Tumben ngajak gue? Biasanya lo tiap weekend jalan sama mbak pacar."

"Udah putus gue sama Hanum."

"Lah, kok bisa?" Denis terkejut. Pasalnya, temannya ini bucin parah sama cewek bernama Hanum itu. Kok bisa-bisanya putus?

"Udah, jangan banyak tanya. Nanti gue ceritain. Sekarang mandi, terus ikut gue." Tubuh Denis didorong masuk ke dalam kamar. Sejak tadi keduanya memang berbicara di ambang pintu kamar.

"Ck, iya-iya."

Denis mengerti, pasti temannya itu sedang butuh teman cerita. Nama temannya itu Nanda Septian Surya Adi. Ia biasa dipanggil Nanda oleh orang-orang terdekatnya, meski sering diprotes karena namanya mirip nama cewek.

Lihat selengkapnya