Tidak terasa sudah satu bulan mereka mencoba menjadi pasangan, dan hubungan keduanya menunjukkan sedikit perkembangan. Jika sebelumnya masih malu-malu untuk saling menunjukkan perhatian, sekarang tidak lagi.
"Dee, udah siap, kan? Nggak ada yang ketinggalan?"
"Udah kok. Lagian kita kan cuma dua hari."
"Kalau gitu ayo berangkat, anak-anak yang lain udah nunggu."
Keduanya akan pergi liburan bersama teman-teman. Mumpung libur panjang, jadi digunakan untuk berlibur menghilangkan penat dan stres akibat bekerja.
"Pakai helmnya yang benar buat keselamatan," ujar Nanda sambil mengaitkan strap helm Denis.
Kebiasaan sejak SMA, setiap menggunakan helm perempuan itu sering lupa mengaitkan strap-nya meski sudah diingatkan berkali-kali.
Perjalanan kali ini menggunakan motor, maka dari itu Nanda memastikan semuanya aman, mulai dari kendaraan hingga perlengkapan berkendara.
"Pegangan, jangan sampai lepas," kata Nanda sambil menarik tangan Denis agar melingkar di pinggangnya sebelum melajukan motor.
Tempat berkumpul ada di rumah salah satu teman mereka. Karena paling dekat dengan jalan yang akan dilewati, maka dijadikan titik kumpul.
Ternyata sudah banyak yang datang. Mungkin hanya tinggal menunggu satu atau dua orang lagi. Nanda memberikan salam kepada teman-teman laki-lakinya, sedangkan Denis sudah berkumpul bersama para perempuan.
"Siapa aja yang belum datang?" tanya Denis pada teman-temannya.
"Si Janu sama Jean. Mereka lagi nunggu ceweknya, katanya."
"Lama banget sih itu dua orang. Padahal kemarin bilang jam sembilan udah kumpul di sini, tapi malah telat. Pasti ngewe dulu itu dua orang."
"Sabar, Jani. Nggak boleh emosi sama kembaran."
"Ya gue kesel, Dee. Si bangsat dari kemarin ngomel ke gue buat nggak datang telat, tapi malah dia yang telat gara-gara nunggu si nenek lampir."
"Kesel banget kelihatannya?" Haikal heran melihat Jani sampai sekesal itu dengan kembarannya.
"Gimana nggak kesel? Itu nenek lampir bikin gue hampir nggak bisa ikut gara-gara ngerengek minta ikut ke Janu. Untung aja ada lo, jadinya ada tebengan. Oh iya, sekadar info aja, nanti jaga pacar lo semua, takutnya digodain sama itu nenek lampir."
Denis cuma bisa menggeleng. Jani memang kalau urusan julid atau gibah itu nomor satu. Jika ada orang yang membuatnya kesal, maka segala keburukan orang itu akan jadi bahan gosip satu tongkrongan.