Pulang dari vila, Denis dan Nanda benar-benar tidak bertemu. Keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing, dan malam ini mereka berencana untuk menonton film di bioskop mumpung sedang longgar setelah beberapa hari sibuk.
Nanda sudah menunggu Denis di kafe depan kantor. Karena jam tayang film sekitar pukul tujuh, mereka berencana langsung berangkat sepulang kerja dibandingkan harus terjebak macet jika pulang terlebih dahulu.
"Maaf nunggu lama, tadi harus ngobrol dulu sebentar sama Pak Dimas."
"Gue baru sampai kok, santai aja. Mending lo makan dulu, baru kita berangkat." Nanda melihat jam tangannya. Masih pukul lima, jadi masih ada waktu.
Denis memesan makan. Perutnya sudah lapar karena waktu makan siang tadi ia tidak sempat makan akibat meeting dengan klien yang menurutnya menyebalkan.
"Capek banget kayaknya," ujar Nanda sambil mengelus rambut Denis yang sedikit berantakan.
"Iya, klien hari ini rewelnya minta ampun. Banyak mau, ujung-ujungnya balik ke pilihan awal," kata Denis sambil memotong daging di piringnya dengan brutal.
"Mau berhenti kerja aja?"
"Kalau berhenti kerja, dapet uang dari mana buat nafkahi bujang-bujang gue?" Sebenarnya, jika bukan karena hobinya membeli barang K-pop, sudah sejak lama Denis berhenti bekerja di sana.
"Mau pindah kerja nggak? Gue ada lowongan nih."
"Lowongan kerja apaan? Persyaratannya apa aja?"
"Persyaratannya cuma perempuan, bisa masak minimal masakan sehari-hari, cuci baju pakai mesin cuci, bersih-bersih rumah bareng sama gue, tiap malam Jumat lembur, dan untuk gaji semua penghasilan gue full sebulan."
"Itu lo lagi cari pembantu."
"Bukan lah. Gue lagi cari istri, bukan pembantu." Denis dibuat down dengan jawaban Nanda. Padahal niatnya bukan cari pembantu, tapi cari istri. Emang dasar otak temannya ini lagi konslet sehabis kerja seharian.
"Berminat sih, tapi nanti deh gue pikir-pikir lagi. Agak berat soalnya kalau jadi istri lo, gue masih suka bangun siang kalau weekend."
"Terserah lo deh. Kalau minat, kabarin aja."
Bukan sekali ini saja Denis salah memahami maksud Nanda. Kemarin, saat mereka akan keluar jalan-jalan, Nanda mengatakan kalau ia kosong pada hari Minggu esok. Karena kebetulan hari itu Sabtu, Denis berpikir mereka akan pergi pada hari Sabtu minggu depan.
Saat Denis datang menjemput, ternyata gadis itu masih tidur karena semalam begadang menonton drama Korea. Alhasil, Denis harus menunggu sampai siang, dan pada sore hari barulah mereka berangkat.