Ternyata harapan Denis untuk bekerja dengan tenang sebelum resign tidak terwujud, entah gosip darimana yang mengatakan ia resign karena akan menikah. Sejujurnya tidak masalah jika hanya gosip akan nikah, tapi ada fitnah yang mengatakan jika dia merebut pacar orang lain.
Gosip ini sudah menunggu ketenangannya, jadi Denis harus menemukan sumber gosip ini. Ia tidak pernah merebut pacar siapapun dan tidak pernah juga menjadi selingkuh. Harga dirinya terluka karena gosip ini, Denis jadi mendapatkan label perempuan murahan.
"Tika, lu denger gosip ini dari siapa?" tanya Denis pada rekan yang mejanya di samping Denis tepat.
"Kata si Sindy, dia bilang kalo lu resign karena mau nikah. Terus si Kania cerita kalo lu ngerebut pacar temen dia." Tika menjelaskan apa yang dia tahu, karena ya tidak mendengar secara langsung hanya lewat katanya.
"Temen dia siapa kocak, gue aja kagak tau!" balas Denis penuh amarah.
Jika yang menyebarkan gosip Kania, ia mengerti sekarang. Cewek itu pasti dendam karena sempat Denis maki soal pekerjaan, Kania membuat gosip tidak benar ini agar ia merasa tidak nyaman dan cepat-cepat resign.
Namun, jangan harap Denis bisa kalah secepat itu, gosip ini tidak akan membuatnya resign lebih dulu. Sebelum itu Denis akan kembali melabrak Kania karena membuat gosip tidak benar tentang dirinya, cewek itu sesekali harus di rujak mulutnya.
Dengan penuh amarah Denis menghampiri meja Kania, tanpa basa-basi ia menarik lengan gadis itu. Jangan salahkan Denis karena bertindak kasar, tapi salahkan gadis menyebalkan yang suka cari perkara ini.
"Lepas, sakit tangan gue kalo ditarik gini," ujar Kania saat Denis menarik lengannya dengan kasar.
"Lo punya masalah apa sih sama gue, sampai bikin gosip kayak gitu?" Denis langsung menodong Kania dengan pertanyaan.
Kania hanya mengerutkan kening dan mengelus pergelangan tangannya yang terasa sakit. "Gosip apaan sih, orang itu fakta. Kebenaran soal lo yang nikung temen gue," ujarnya dengan wajah sinis.
"Temen lo yang mana anjing, gue kenal lo juga cuma di kantor," sanggah Denis. Ia tidak merasa pernah menjadi otang ketiga ataupun selingkuhan orang.
"Gak usah sok deh, gue tahu ya. Lo itu cuma belagak polos yang bikin cowok berasa nyaman curhat, padahal sebenarnya lo itu cewek murahan." Kania mendorong kecil pundak Denis yang membuatnya ingin memaki saat itu juga.
"Ngaca anjir, yang murahan itu lo. Jadi simpenan suami orang!" Denis sedikit meninggikan suaranya yang membuat beberapa karyawan melihat ke arah merasa.
Kania menarik tangan Denis dengan keras sambil memeberikan ancaman. "Jangan asal ngomong ya lo, gue bisa aja bikin lo di pecat hari ini," ujarnya.
"Silahkan aja, biar gue kasih tau semua orang kalo lo jadi simpenan kepala divisi." Tantang Denis.