Temen Agak Sonoan Dikit

Banyu Milli
Chapter #15

Chapter 15. Makan Sushi

Alunan lagu berjudul congratulations dari day6 yang mengisi mobil, sejak masuk mobil Denis tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Nanda sendiri tidak merasa ada yang salah karena berpikir Denis lelah dengan pekerjaan.

Akan tetapi, Denis sendiri sedang menunggu Nanda utuk memberikan pejelasan kenapa dia bisa meminjam ponsel Kania. Namun, Nanda sepertinya tidak ingin menjelaskan apapun padanya, Denis beberapa kali melirik Nanda siapa tau pria itu peka dan membuka suara.

Bahkan saat sampai rumah, Nanda masih bersikap biasa aja. Hal ini membuat Denis tidak tahan lagi, ia memutuskan untuk memulai percakapan terlebih dahulu.

"Nan, lu gak mau jelasin tadi lu sama Kania ngapain ke gue?" Denis memutar arah duduknya menjadi menghadap ke Nanda.

"Lah kan tadi udah, gue mau pinjem HP dia buat telpon lu," jawab Nanda kebingungan, ia tidak paham apa yang harus dijelaskan.

"Cuma itu aja, lu gak mau jelasin awalnya gimana sampai lu pinjem HP dia?!" tanya Denis, suara sedikit meninggi karena kesal.

"Oh bagian itu, ngomong dong dari tadi." Nanda hanya meresponnya dengan santai, padahal Denis sudah kesal setengah mati.

Nanda menaruh tangannya di pundak Denis, "sabar-sabar jangan marah ini gue cerita."

Saat sampai di kantor Denis, Nanda baru sadar jika kuotanya habis—maklum di rumah selalu pakai wifi. Niatnya waktu itu mau tanya ke orang-orang soal Denis, kalau kenal minta tolong di telpon. Kebetulan orang yang dia datangi adalah Kania, alih-alih menelpon Denis gadis itu memintanya menelpon sendiri menggunakan ponselnya dan saat itulah Denis muncul.

"Jadi lu gak ada kasih nomor ke dia?" tanya Denis setelah Nanda selesai bercerita.

"Hah, ngasih buat apa?" Nanda balik bertanya.

"Gue pikir lu kasih nomor ke dia, ngerti gak sih!"

"Asumsi darimana coba, orang gue cuma pinjem hp!" Bantah Nanda pada asumsi tidak jelas yang Denis utarakan.

"Lu pegang HP dia!"

Nanda mengusap wajahnya dengan kasar sebelum mendengkus, rasanya pusing sekali adu argumen dengan Denis. Namun, jika dia diam atau malah menghindar yang ada masalah akan semakin panjang, Denis akan membahasnya setiap kali ingat.

"Ya gue kan mau telepon elu, masa gue pegang batu bata," jawab Nanda dengan nada lelah.

"Kita jalan berat sebelum pulang, lu kayaknya lagi mumet sama banyak hal," lanjutnya.

Lihat selengkapnya