Pintu ruangan terbuka, seketika banyak pasang mata yang menatap Denis. Tatapan kasihan, kaget dan sinis tidak biasanya rekan kerjanya menatapnya seperti ini, apakah ada yang salah dengan baju atau make up-nya.
Ia cepat-cepat berjalan menuju mejanya dan mengeluarkan cermin kecil, Denis melihat wajahnya yang masih cantik. Tidak ada masalah dengan make up, semuanya masih paripurna lalu apa yang menyebabkan rekan kerjanya kompak menatapnya begitu masuk ruangan.
Denis menggeser kursi kerjanya merapat ke meja Tika yang ada di sebelahnya. "Tik, kenapa orang-orang pada lihat gue segitunya dah?"
"Lu gak tau?" tanya Tika dengan lirih.
Denis menggeleng, jika tahu dia tidak akan bertanya pada Tika.
"Semua ini gara-gara si Kania noh, semalam dia bikin story yang isinya chat gitu. Inti obrolan itu adalah temennya curhat kalo pacar temennya di rebut sama lu," bisik Tika yang membuat Denis mengepalkan tangannya.
"Masih ada gak itu storynya?" tanya Denis. Ia ingin memastikan seperti apa story yang Kania unggah sehingga banyak yang salah paham padanya.
Tika mengeluarkan ponselnya dan langsung membuka whatsapp, ada story yang Kania unggah semalam. Dalam unggahan itu ada chat singkat ada juga foto dirinya yang makan berdua dengan Nanda di restoran sushi. Bagian bawah foto itu ada tulisan 'ternyata selama ini hubungan mereka lebih dari temen' lalu ada balasan Kania yang mengatakan jika Nanda menjemputnya pulang kantor hari itu.
Melihat itu Denis tentu saja merasakan hatinya mendidih, amarah langsung berkobar di pagi yang cerah ini. Ternyata Kania masih saja mencari gara-gara, ditambah lagi dengan Hanum yang bertindak seolah menjadi korban. Lihat saja dua orang ini, Denis akan membuat mereka malu sejadi-jadinya—jangan pernah main-main dengannya.
"Makasih ya Tik, gue jadi tau kalo si gundik itu play victim." Denis mengembalikan ponsel Tika.
Seolah tidak merasa terusik dengan apa yang terjadi Denis mulai kerja seperti biasa, tangannya tetap bergerak lincah di atas keyboard. Tanpa ada yang tahu jika ia diam-diam menghubungi istri dari kepala divisinya, jangan tanya darimana Denis mendapatkan nomornya yang jelas hari ini Kania akan habis dilabrak.
"Mampus lu gundik, bukti lengkap udah ada di tangan istri sah," gumamnya saat melihat tanda centang dua berubah dari abu-abu menjadi biru.
Masalah Kania sudah setengah selesai tinggal menunggu drama dimulai. Untuk Hanum sepertinya Denis tidak perlu turun tangan sendiri, karena saat membuka sosial media teman-temannya sudah sigap menjadi tameng. Tidak hanya itu teman Nanda juga ikut serta meramaikan, story instagram mereka kompak memberikan sindiran pedas untuk Hanum.