"Gue bukan artis ataupun influencer, tapi ada orang-orang yang nyebarin berita hoax tentang gue dan itu yang membuat gue perlu klarifikasi."
Itu adalah kalimat pembuka yang Nanda berikan di unggahan instagram dan sosial medianya yang lain. Pemuda itu berniat untuk mengakhiri masalah ini dengan cepat, dan ya isi dari unggahan Nanda tentunya bukti-bukti yang berkaitan dengan fitnah yang Hanum cs sebarkan.
"Nanda kalo udah sebel sama orang emang totalitas banget. Segala chat berantemnya sama Hanum di spill," gumam Denis saat melihat unggahan Nanda yang sampai 10 slide.
Unggahan Nanda itu langsung ramai dengan komentar orang-orang, ditambah dengan repost di story milik teman-temamnya dengan caption yang panas semakin banyak yang tertarik untuk mampir. Denis membaca komentar yang ada, ternyata ada dua kubu. Kubu yang mendukung Nanda dan ada juga yang mendukung Hanum, tapi semua itu bukan masalah mereka hanya orang tidak dikenal. Klarifikasi ini diberikan hanya untuk teman-teman mereka saja agar tidak ada lagi yang bertanya ataupun sinis saat bertemu dengan keduanya.
"Semoga hubungan kita kedepannya lancar tanpa gangguan dari itu lampir."
Setelah pertengkaran di pagi itu Denis belum bertemu lagi dengan Nanda, atau lebih tepatnya ia sendiri yang menghindar dari pemuda itu. Denis rasanya malu sekali, jika bisa mengulang waktu adegan pagi itu ingin dia hapus dari hidupnya. Namun, tanpa adegan memalukan itu Denis tidak akan tahu jika Nanda ternyata suka padanya dan ia juga bisa tahu jika Nanda insecure dengan cowok-cowok penghiburnya.
Soal hubungan tidak perlu dibahas lagi, mereka sudah pacaran bahkan sebelum saling menyatakan perasaan. Alurnya hubungan mereka memang aneh dan nyeleneh, tapi tidak masalah asalkan akhirnya mereka bahagia.
"Kalo tahu gini, ngapain ribet pacaran terus putus nyambung."
Nasib Nanda dalam hubungan ini beneran kasihan sih, bertahun-tahun putus nyambung dengan Hanum. Padahal jodohnya ada di samping rumah tepat, Denis sendiri tidak merasa apapun karena pada dasarnya ia tidak punya mantan. Hidupnya sebagian besar dihabiskan dengan mendukung grup k-pop, dirinya gak harus merasakan mumetnya percintaan.
"Nanda kemana ya?" Denis tidak melihat keberadaan Nanda dari pagi tadi. Biasanya pemuda itu sudah ngopi di teras sambil memanaskan mobil.
Akan tetapi, sampai jam 12 siang Denis tidak melihat batang hidung Nanda, rumah juga terlihat sepi, hanya saja mobil Nanda masih terparkir apik di garasi. Karena penasaran akhirnya Denis datang saja ke rumahnya, anggap saja ini bentuk perdamaiannya dengan Nanda.
Rumah terlihat sepi, Denis menekan bel pintu menunggu orang yang ada didalam membuka, tapi sudah menunggu selama beberapa waktu tidak ada yang membuka.
"Ini penghuninya pada kemana?" gumam Denis.
Karena tidak ada orang di rumah, Denis kembali ke rumahnya dengan kebingungan. Orang-orang pada kemana sih, kok sepi banget padahal biasanya berisik. Tidak tahan dengan rasa penasaran, akhirnya Denis mengirimkan pesan pada Nanda untuk bertanya dimana pemuda itu sekarang.
"Tumben centang satu," gumam Denis. Tidak bisanya Nanda seperti ini, bisa dibilang ponselnya itu menyala hampir 24 jam.
Sebagai pemilik restoran Nanda harus stanby jika ada keluhan atau masalah yang dilaporkan karyawannya dan dia juga harus menghubungi suplier untuk bahan-bahan masakan.
"Apa dia ada masalah ya." Denis jadi cemas sendiri, takut Nanda kenapa-napa saat dijalan.
Hati Denis jadi tidak tenang karena memikirkan berbagai kemungkinan buruk yang terjadi pada Nanda. Bolak-balik di kamar sendirian sambil terus menghubungi Nanda berharap pesannya dan telepomya mendapat balasan. Ia sudah menghubungi teman Nanda yang dikenalnya dan semuanya kompak menjawab tidak sedang keluar bersama Nanda, kalau bukan agenda dari lama Nanda jarang pergi saat weekend.
"Susulin ke resto aja lah." Pada akhirnya Denis memutuskan untuk menyusul ke restoran, tempat itu yang ia tuju karena kemungkinan besar Nanda ada disana.