Tempat Dimana Bintang Tak Pernah Jatuh

Duntres
Chapter #1

Prolog

Bintang sedang mengatur napas. Bercak pasir sudah menutup celananya, mulai dari mata kaki sampai ke betis. Sesuatu yang geli melintas di balik lututnya. Dia langsung tegak. Para kru survei tertawa terbahak-bahak sebelum akhirnya membuang anak kobra itu.

​"Sudah yang ketiga dalam minggu ini."

​Bintang membakar rokoknya, melepas penat sehabis bekerja selama empat jam. Kemudian HT milik Pak Amin berbunyi.

​"Cek, cek, Survei, Survei."

​"Survei, copy."

​"Tolong ambil ulang titik di dekat base 3. Ada data yang kurang. Dekat ujung bukit."

​"Copy, Ndan."

​Pak Amin melirik ke kru survei. "Bintang, ikut aku."

​Bintang tanpa banyak tanya langsung mengambil rambu ukur. Mereka menyusuri jalan sejauh dua kilometer. Pak Amin menyuruh Bintang untuk tegak di titik backsight.

​"Siapa sih kemarin yang mengambil data di sini? Bikin susah orang saja," ucap Pak Amin.

​Bintang mencabut beberapa ilalang dan daun yang mengganggu dengan tangan. Dipegangnya rambu ukur yang kusam itu.

​"Bersihkan sedikit, Bintang. Angkanya kotor, nggak bisa baca aku." Suara Pak Amin meninggi. Pak Amin mungkin sedang malas berbicara lewat HT, jadi dia memekik.

Lihat selengkapnya