aku Alyn Maheswara,ayah cerai sama mama sejak ku kecil,jadi aku tinggal sama ayah rumah nenek yaa…yang nama nya juga orang betawi jawa…jadi semuanya serumah,ga lama selang beberapa tahun ayah ku nikah lagi, dan aku punya adek cowo dari mama kedua, dia masih 2 tahun, dia nempel banget ke mama kedua ku beberapa tante sama om ku kerja di belanda dan ada yang punya anak disana, ada yang balik buat liburan, mereka ngomong aja energi ku habis…muak aja denger mereka, mereka bahkan ga nanya perasaan orang, gapernah mikir kalau ngomong,kaya hidup nya aja udh bener haha manusia emang mulut nya gabisa di jaga ya, di dunia yang ini apa pun ga ada yang bisa di percaya,ntah itu keluarga, teman, saudara,di dunia ini ada dua tipe manusia, munafik, dan baik, di saaat mereka perlu mereka cari kamu, tapi kalau kamu butuh, mereka hilang ntah kemana kaya di telen bumi, di dunia ini, kita harus bisa pinter sembunyi, ga peduli kenyataan, kadang yang salah tetep di bela contoh nya seperti...'udah lah guys...lagian itu udh 10 tahun lalu..dia juga udh damai sama korban nya kan..., heh...bodoh banget sih, mau aja di bohongin suka boleh bodoh jangan, itu beda jauh kaya langit bumi, yahhh....ayah baik di omongin, ngga baik di omong, mau nya apa ya?, ga semua orang itu sama lagian....ngapain berharap ke mereka yang jelas jelas bakal ilang kalau kamu butuh, kalau kamu telfonan sama temen temen sekolah mu lalu ada cowo nya pasti dibilang genit , emang manusia aneh ya? ceramahin kita soal agama tapii masih ngomongin orang buat apa sih nyampah doang nih?? belum yang bilang "iya dong, kan mama ga kaya yang lain marahin anak nya sampe segitunya" pft...AHAHHAHAAHHHAHAHAHAHAAH PERSETAN SIALAN, GA USAH SOK KALAU KENYATAAN NYA GA KAYA GITU SIALAN SADAR DIRI KALAAU KAMU ITU SEBENERNYA JUGA GA PERNAH BENER!!,SIAPA JUGA YANG BETAH TINGGAL SAMA MU,GA SEMUA ORANG SUKA KAMU JANGAN SOK TAU SOAL KU SIALAN LAGIAN GA SEMUA BUTUH KAMU KOK JANGAN BERLAGAK DEH SIAPA JUGA YANG MAU DI ATUR, KALAU UJUNG UJUNGNYA NYA ITU KEMUNAFIKAN, BUAT APA....?, SIAPA JUGA YANG BUTUH, KAU BILANG MELELAHKAN BICARA DENGAN ORANG YANG TANGKI CINTA NYA TAK PENUH, MAKA JIKA TANGKI CINTA MU PENUH NAMUN BICARA DENGAN MU MELELAHKAN... APA ARTINYA?, ga akan ada yang peduli... Kau butuh banget validasi ya... Yeah... I can see it from all your behavior that you act so right even though you're always wrong lagian kamu siapa sih ngatur terus?, ibu kandung ku juga bukan, I don't care about you, or anyone, I just want peace don't be noises please, I'm sick of hearing it, talking about the same thing every time I do something wrong, I'm sick of , saran ku ya kalau kamu gitu terus siapa juga yang betah, kalau ada yang betah sih... Wah... Kamu keren ya.. Pasangan aneh... Yaa... Aku paham sih preferensi orang beda, aku selalu merasa kesepian jadi aku mengikuti permainan peran atau bisa dibilang roleplay di aplikasi chat, ya... Mereka bisa mengembalikan senyum ku yang sirna, mereka bisa membuat ku marah, sedih, senang, seperti manusia pada umumnya, terimakasih ya...?, kalian bukan keluarga kandung emang, tapi menurut ku kalian keluarga ku, aku harap... Kita bisa bersama seterusnya aku selalu di sisi kalian, tenang, aku tipikal santai dan sabar kok!, ga gigit~~! Ahahahahahha!, kalian membuat ku bisa kembali merasakan emosional, berkat kalian... Kecerdasan emosional ku bertambah seiring waktu dan juga... Aku semakin bisa menyeimbangkan anatara kerja, sekolah, main, aku bersyukur bisa ketemu kalian.. Keluarga bukan soal kandung atau apa... Tapi bisa pertemanan juga kan...?, maka rumah ku adalah kalian.. Terimakasih telah membawa ku ke tempat yang seharusnya, benang merah yang lama diputus keadaan... Kini tertaut lagi karena banyak hal, beberapa bulan bersama kalian... Aku menemukan cinta, kasih sayang, kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, kegilaan, haahhhh...! Rasanya seru banget sama kalian!, tapi.. Kalau aku hilang gausah dicari.. Hiatus aja ituuu... Buat member cowo cowo.. Kaya abang abangan!, setelah sekian lama aku bisa ngerasain punya abang... Ehek!, so... Thanks for anything! Maaf juga kalau aku kaku banget pas pertama kali masuk ya???, soalnya itu pertama kali buat ku, kalian nemenin aku ngapain aja... Aku seneng banget... Kalian terima aku dengan baik... Benang merah itu lucu ya...? Bisa kembali lagi...! Aku harap... Kalian baik baik aja di luar sana.. Jangan mati sebelum aku ya, rumah bukan sembarang rumah, rumah bukan soal tempat tinggal melainkan tempat kita singgah dari dunia yang melelahkan, kita bisa bilang itu rumah jika ada yang kita sayangi rumah tak selalu berwujud bangunan.. Rumah juga bisa terbentuk dari orang yang kita sayangi dan kita cintai... Jika malam ini aku tenang, itu karena kalian, tak ada kalian... Aku tak tau kemana aku harus pulang... Istirahat, bercerita, bahkan... Aku bisa kembali ke diri ku, dan juga bisa menjadi yang lebih baik lebih dari dulu, kalian muncul dengan sifat gila kalian yang ga bisa di prediksi BMKG hahahah...aneh, tapi bisa membuat ku tersenyum lepas...kalian ada di saat aku sedih, kesepian, tanpa ada nya siapa pun yang peduli akan kewarasan ku, aku senang kenal orang kaya kalian yang notabene nya itu gila, gapapa lah ya, karena kalian aku waras kalian itu jangkar ku dan prioritas beristirahat lah sekarang... jika lelah dengan dunia bercerita lah pada ku, jangan di pendam...aku tau rasa nya di abaikan maka itu akku tidak ingin meninggalkan kallian, aku mungkin jarang bicara tapi aku mengamati kalian, jika dipikirkan kembali menggunakan akal sehat, rasanya aneh sekali bagaimana sebuah aplikasi obrolan di telepon genggam bisa bekerja jauh lebih baik dalam menyembuhkan luka dibandingkan dengan sebuah rumah besar yang dihuni oleh orang-orang dewasa. rumah ini, dengan segala perpaduan kultur betawi dan jawa yang kental, selalu berhasil membuat kepala ku pening. setiap sudut ruangan rasanya dipenuhi oleh ego masing-masing kepala. ketika malam tiba dan orang-orang mulai menutup pintu kamar mereka, kebisingan itu tidak benar-benar hilang. bisingnya berpindah ke dalam kepala ku, berputar-putar menjadi tumpukan rasa muak yang luar biasa berat. aku lelah harus selalu menjadi anak perempuan yang dituntut untuk memaklumi segala situasi, memaklumi perceraian orang tua, memaklumi kehadiran anggota keluarga baru, hingga memaklumi mulut-mulut pinter yang tidak pernah menyaring ucapan mereka sebelum dikeluarkan, tapi untungnya, malam ini aku memiliki alternatif lain untuk kabur dari kenyataan yang mencekik ini. di saat energi ku rasanya sudah benar-benar habis diperas oleh drama dunia nyata, aku hanya perlu mengunci pintu kamar rapat-rapat, mematikan lampu utama, lalu menyalakan layar handphone yang terang benderang. di balik kaca pelindung layar itulah, dunia ku yang sesungguhnya dimulai. sebuah ruang obrolan grup chat permainan peran yang berisi orang-orang asing yang bahkan tidak pernah bertatap muka langsung dengan ku di realita. lucu sekali, orang-orang luar sana yang sering diberi label aneh atau gila oleh masyarakat awam, justru menjadi satu-satunya alasan mengapa aku masih bisa mempertahankan kewarasan ku sampai detik ini. ketika orang-orang sedarah di rumah sibuk menuntut validasi dan memamerkan kemunafikan mereka, teman-teman virtual ku justru sibuk melemparkan lelucon acak yang bisa mengembalikan senyuman ku yang sempat hilang,interaksi malam ini pun tidak kalah seru dan membingungkan, tipe-tipe kelakuan gila yang sama sekali tidak akan pernah bisa diprediksi oleh badan meteorologi klimatologi dan geofisika. ada saja tingkah ajaib dari mereka yang berhasil membuat ku tertawa lepas sendirian di pojok kamar. contohnya seperti kirana, salah satu anggota grup yang malam ini berulang kali mengirimkan pesan teks mengaku bahwa dirinya sudah sangat mengantuk dan ingin segera tidur. tetapi anehnya, tangannya masih saja asyik mengetik, terus mengirimkan pesan acak, dan memilih untuk bermain-main dengan waktu di ruang obrolan dibandingkan dengan memejamkan mata di kasurnya. kelakuan yang sangat kontradiktif, tetapi di mata ku, itu terasa sangat hangat dan menghibur. setidaknya di sini, di dalam dunia digital yang sederhana ini, aku tidak perlu masang topeng atau berpura-pura menjadi anak perempuan yang sempurna demi menyenangkan hati orang lain. aku bisa menjadi diri ku sendiri, tertawa saat senang, mengumpat saat kesal, dan mengamati kebersamaan mereka dengan perasaan damai yang seutuhnya. mereka adalah jangkar ku di tengah badai realita yang berisik, tempat ku untuk benar-benar pulang dan beristirahat tanpa takut diabaikan lagi, kehidupan tenang yang ku inginkan adalah malam hari yang dingin dengan bulan tanpa makian, tak perlu dengar mereka, tak perlu peduli dengan mereka, aku suka kehidupan tenang ini, ha yang ku dambakan sejak aku kecil, heh... Ku rasa lebih baik jika aku tetap berada di dalam kamar ini, mengunci semua memori buruk di luar, dan membiarkan diri ku tenggelam lebih dalam ke dalam dunia yang baru
kehidupan tenang yang sesungguhnya itu rasanya mahal sekali jika harus dicari di dunia nyata, apalagi di dalam rumah besar yang selalu penuh dengan seliweran manusia penghakimi. sejak kecil, standar ketenangan bagi ku adalah kesunyian tanpa bentakan, tanpa perlu memikirkan bagaimana caranya bersikap agar tidak menjadi bahan gunjingan di meja makan. ketika malam semakin larut seperti sekarang, dan udara dingin mulai menyelinap masuk lewat celah ventilasi kamar, aku memandang keluar jendela menatap bulan yang bersinar sendirian di atas sana. bulan itu beruntung, dia berada di tempat yang sangat jauh, tidak perlu mendengar makian, tidak perlu peduli dengan urusan manusia bumi yang munafik, dan bisa bersinar tenang tanpa ada yang mengatur. melihatnya membuat batin ku berbisik bahwa aku juga mendambakan hal yang sama, sebuah kehidupan terisolasi yang damai, yang sudah kuimpikan sejak aku masih menangis sendirian meratapi perceraian ayah dan mama...kehidupan tenang yang sesungguhnya itu rasanya mahal sekali jika harus dicari di dunia nyata, apalagi di dalam rumah besar yang selalu penuh dengan seliweran manusia penghakimi. sejak kecil, standar ketenangan bagi ku adalah kesunyian tanpa bentakan, tanpa perlu memikirkan bagaimana caranya bersikap agar tidak menjadi bahan gunjingan di meja makan. ketika malam semakin larut seperti sekarang, dan udara dingin mulai menyelinap masuk lewat celah ventilasi kamar, aku memandang keluar jendela menatap bulan yang bersinar sendirian di atas sana. bulan itu beruntung, dia berada di tempat yang sangat jauh, tidak perlu mendengar makian, tidak perlu peduli dengan urusan manusia bumi yang munafik, dan bisa bersinar tenang tanpa ada yang mengatur. melihatnya membuat batin ku berbisik bahwa aku juga mendambakan hal yang sama, sebuah kehidupan terisolasi yang damai, yang sudah kuimpikan sejak aku masih menangis sendirian meratapi perceraian ayah dan mama, hari demi hari berlalu dengan pola yang sama persis tanpa ada perubahan sedikit pun, aku bangun pagi dengan kepala pening, mendapati suara piring berderik di dapur bawah, suara omongan tetangga yang julid menembus dinding tipis kamar, dan tatapan sok suci dari mereka yang merasa paling benar sedunia, rasanya ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya meluapkan semua amarah yang tertahan di tenggorokan, tapi aku tahu itu tidak akan mengubah apa pun selain membuat ku dicap sebagai anak durhaka atau anak kurang ajar yang tidak tahu diuntung, padahal yang mereka sebut sebagai untung itu sebenarnya adalah sangkar emas penuh racun yang perlahan-lahan membunuh kewarasan ku dari dalam, setiap kali aku melangkah keluar kamar dan mendapati mereka berkumpul di ruang tengah, bulu kuduk ku langsung merinding karena tahu betul aku akan jadi bahan obrolan begitu punggung ku membalik, mereka tersenyum manis di depan tapi menusuk tajam dari belakang, persis seperti musuh berbulu domba yang paling menjijikkan di muka bumi ini, makanya aku lebih memilih mengurung diri, menatap layar ponsel, dan mencari ketenangan fana bersama orang-orang maya yang jauh lebih tulus dibandingkan keluarga sendiri, dunia maya ini adalah satu-satunya benteng pertahanan terakhir ku, tempat di mana aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus takut dihakimi hanya karena aku berbeda atau tidak sesuai dengan standar kolot mereka yang hidup di zaman purba, malam ini grup obrolan kembali ramai oleh suara tawa virtual dan obrolan random anak-anak roleplay yang selalu punya cara konyol untuk membuat hari-hari sial ku terasa sedikit lebih ringan, ada yang cerita soal tugas sekolahnya yang menumpuk, ada yang mengeluh karena dimarahi emaknya, dan ada pula yang cuma mengirim stiker-stiker absurd tidak jelas, tapi justru di situlah letak keindahannya, kesederhanaan tanpa kepalsuan, tidak ada topeng kemunafikan seperti yang biasa ku lihat setiap hari di meja makan rumah ini, mereka menerima ku apa adanya, bahkan ketika aku sedang diam seribu bahasa dan hanya jadi silent reader di pojok layar, mereka tetap memanggil nama ku, menanyakan kabar ku, dan memastikan aku masih hidup di balik layar yang gelap, rasanya hangat sekali, seperti ada secercah cahaya kecil yang menembus gua gelap gulita tempat ku terkurung selama bertahun-tahun, aku tersenyum kecil menatap layar ponsel, jari-jariku kembali mengetik balasan santai untuk menanggapi keributan mereka, melupakan sejenak suara benturan piring dan obrolan menyebalkan dari lantai bawah, setidaknya malam ini aku punya tempat pulang yang nyata di dalam hati orang-orang yang bahkan belum pernah melihat wajah asli ku secara langsung, biarlah dunia luar menganggap ku aneh atau antisosial, biarlah mereka sibuk dengan standar kebahagiaan palsu mereka sendiri, karena bagi ku, kebahagiaan sejati saat ini adalah keberadaan mereka yang sudi menemani hari-hari sepi ku, dan selama layar ini masih menyala, aku tahu aku tidak benar-benar sendirian di dunia yang kejam ini, mari kita nikmati malam yang tenang ini bersama, jauh dari jangkauan mereka yang hanya bisa menuntut tanpa pernah mau mengerti isi kepala ku yang sebenarnya sudah mau pecah ini