Tempat Mak Berpindah

Nova Yarnis
Chapter #22

Kehidupan Baru di Kota Rantau #22

Aku menatap rumah baru itu dari depan, rasanya semua terasa asing sekaligus akrab. Bangunan tinggi dengan cat krem hangat, jendela besar yang memantulkan sinar mentari sore, dan halaman yang cukup luas untuk menanam bunga, seolah menunggu jejak kami menempatinya.

Rahman berdiri di sampingku, tangannya memegang beberapa kotak barang baru yang kami bawa dari kampung halaman. Aku menatapnya, mencoba menangkap ekspresi puas yang tersembunyi di balik senyum tipisnya.

“Ini… rumah kita sekarang,” katanya, suaranya hangat tapi ada nada canggung. Aku menunduk sebentar, menyembunyikan gelombang perasaan yang tiba-tiba membuncah.

Mak. Ayah. Mereka tidak ada. Semua ini terlalu indah untuk mereka, terlalu terlambat untuk mereka.

Aku menempatkan satu kotak berisi foto lama Mak di rak ruang tamu. Fotografi hitam putih Mak sedang tersenyum di tengah halaman rumah lama kami membuat dadaku sesak. Bagaimana bisa kebahagiaan ini kebahagiaan yang baru saja kami raih datang setelah mereka pergi? Rasanya seperti mencubit sesuatu yang tidak mungkin dicubit.

Rahman menyadari ada sesuatu yang mengganggu pikiranku. Ia meletakkan kotak di meja dan meraih tanganku.

“Aku tahu kau masih merindukannya,” katanya, lembut.

Aku mengangguk, tapi tidak berkata apa-apa. Kata-kata terasa berat di tenggorokan. Aku hanya bisa membiarkan rasa rindu itu mengalir bersama air mata yang tak terdengar.

Lihat selengkapnya