Tentang Anna.

Zahid Paningrome
Chapter #8

Ran Florist

Pagi ini sisa hujan menutupi pandanganku, perlahan berubah jadi remah-remah embun yang menyelimuti kaca toko bungaku, menghalangi banyak orang untuk melihat jajaran vas bunga yang tersusun rapi. Malam tadi hujan sangat deras. Tidak ada bintang, tidak ada kenangan yang pantas untuk diingat. Udara dingin masih menyetubuhiku sejak semalam, masuk melalui celah-celah jendela dan pintu di tempat ini. Tempat mengenang, tempat untuk melihat orang-orang yang datang dengan kecemasan, kecintaan dan keputusasaan.

Banyak perempuan bertubuh molek yang mendatangi tokoku hanya untuk bertanya apa arti nama toko bungaku—Ran Florist. Mereka lupa bahwa Ran adalah Ranum, tiga huruf yang cukup mewakili namaku. Mereka yang muda dan masih perawan hanya datang untuk memuji keindahan bunga-bunga yang tersusun rapi dengan Vas bunga berwarna putih, salah satu warna kesukaanku. 

Hanya beberapa orang yang benar-benar mencintai keindahan, yang akhirnya membeli bunga di tokoku. Keindahan yang mampu menguubah raut wajah mereka setiap aku menjelaskan filosofi dari bunga-bunga yang ada di Ran Florist. Menghilangkan kepenatan mereka, masalah rumah tangga antara sepasang suami istri ataupun sepasang muda-mudi yang dimabuk cinta.

Dari sudut tempatku berdiri. Aku bisa melihat anak-anak ceria memainkan bola-bola kecil di Vondelpark. Seorang kakek yang duduk memakai topi layaknya penyanyi jazz, gelisah menunggu bus kota datang. Beberapa nenek mondar-mandir di atas jajaran batu yang disusun rapi. Para pemuda yang bersepeda memutari taman kota dengan earphone yang selalu menempel di telinga. Vondelpark adalah taman kota paling terkenal dan paling luas di Amsterdam, luasnya mencapai 47 hektar. Taman dengan ciri khas bertuliskan I Amsterdam yang menjadi daya tarik turis-turis lokal bahkan mancanegara.

Aku masih sibuk membersihkan kaca Ran Florist, merapikan bunga yang berantakkan akibat sapuan angin malam tadi. Toko belum buka, aku masih menunggu stock bunga baru yang datang dari Anna Paulowna, sebuah gemeente Belanda yang terletak di Provinsi Noord Holland. Anna Paulowna adalah sawah bunga tulip terbesar di Belanda, tempat berkumpulnya para petani bunga dan bunga-bunga yang indah.

Toko kue milik Sean, juga belum dibuka, toko Sean ada diantara Ran Florist dan ruko yang masih kosong sejak ditinggal dua tahun lalu oleh pemiliknya, penjual aksesoris khas Belanda yang pindah ke Prancis setelah menikah dengan suster cantik yang sering mendatangi tokonya. Kakek Winskel baru saja datang membuka pintu kedai teh. Seorang pelayan mulai merapikan kursi-kursi kayu yang ada di depan kedai teh.

Lihat selengkapnya