Tentang Anna.

Zahid Paningrome
Chapter #10

Suara (Suara) dalam Kepala

Pernahkan kamu mendengar suara-suara dalam kepalamu. Pernahkan kamu bertanya siapa dia? atau barangkali. Siapa mereka? Pernahkah kamu mencari tahu kenapa suara-suara itu ada. Kenapa dia atau barangkali mereka sering mengganggu pikiranmu. Menutupi suara hatimu sendiri.

Suatu hari aku berhasil mengajak suara-suara itu bicara, meski dalam urat syaraf yang tegang karena emosi yang tidak terkendali. Aku tidak ingin membeberkannya padamu, itu obrolan kasar sekaligus memalukan untuk dibagi.

Tapi tunggu! Aku akan menceritakannya sedikit-sedikit, untuk mengurangi rasa penasaranmu. Dekatkan matamu, baca baik-baik. Ohiya! Sebelumnya aku mau bilang, bahwa tidak ada yang salah dari perbuatan baik. Kalau ada orang yang menjauhimu karena kebaikanmu berlebihan dan terlalu, berarti ada bahaya yang sedang datang menghadang.

Oke, mari kita mulai! Aku menemukan fakta bahwa suara-suara dalam kepalaku adalah seorang pria dan dua wanita. Mereka memengaruhi pikiranku saat matahari tepat diatas kepala. Mengangguku hingga kening terus berkeringat dan saling bersetubuh saat malam tiba. Bagian yang terakhir yang paling kusuka. Mereka membangkitkan feromonku dengan sangat lembut dan pelan.

Untuk kamu yang tidak mengetahui apa itu feromon. Stop membaca tulisan ini. Cari tahu dulu apa makna kata itu. Biasakan untuk memahami suatu hal sebelum menyelaminya lebih jauh. Bagi kamu yang tetap terus membaca. Aku ucapkan terimakasih. Kamu ada dalam lingkaran. Lingkaran Orang yang sudah paham atau orang yang malas alias bodoh, orang-orang yang melambatkan majunya negara ini.

Oke kita stop sampai disitu. Mari kita lanjutkan. Pria itu bernama Black, setidaknya dia menamai dirinya seperti itu. Tinggi besar dengan hitam yang menutupi seluruh tubuh. Hanya gigi putihnya dan matanya yang terlihat di kegelapan. Dia mengakui bahwa penisnya besar, membuat dua wanita itu bersedia dia setubuhi setiap malam. Aku tertawa mendengar itu, karena aku tidak bertanya. Persis seperti manusia zaman ini. Membanggakan diri sampai lupa bahwa tidak ada yang peduli dengan pencapaiannya.

Aku akan ceritakan satu-satu tentang dua orang wanita yang mendekam di pikiranku. Memanggil dengan suara rintihan minta dibelai, dipeluk, dicium dari bibir hingga vaginanya. Mereka wanita kotor, bagian dari gelapnya malam dan hitamnya pria itu. Black, Nama yang aneh.

Wanita pertama punya rambut bob, lehernya putih mulus, tempat bibir Black biasa bermain. Namanya Key. Setidaknya itu pengakuan dia. Kunci, katanya, dia bisa membuka kunci nafsu semua pria, mengendalikannya dan memuaskannya. Sekali lagi aku tertawa. Masih ada wanita seperti itu di dunia ini. Yang mengobral kelaminnya dengan harga murah. Meneriakkan paham feminisme tapi tidak paham betul apa artinya.

Wanita ini punya bibir yang tebal dengan bagian bawah yang agak keluar karena sering berciuman. Bibir-bibir wanita kebanyakan, yang bisa kamu temui di klub-klub malam setiap harinya. Mereka yang membuka aurat, menunjukkan payudara, pusar dan lekuk tubuh tapi menolak dinikmati tanpa bayaran. Lalu mereka teriak bahwa pikiran semua pria penuh nafsu. Aneh.

Lihat selengkapnya