"Gue paling benci kalau sudah berurusan sama pergosipan selebriti." Bianca menggerundel. Jam sudah menunjukkan pukul setengah empat sore saat mereka kembali ke kantor. Dan Bianca belum makan siang.
Dia meraih tas jinjingnya di atas meja, lalu mengeluarkan kotak bekal pemberian Mike tadi pagi untuk siap dia santap. Beruntung, ada makanan buatan Eyang Ti yang bisa menetralkan suasana hatinya.
"Lo pikir lo doang?" Mia ikut duduk di sebelahnya, lalu merebut sendok dari tangan Bianca sebelum mencaplok setengah butir telur ke dalam mulutnya. "Pedas banget sih, Bi."
"Masa sih? Nggak kok."
"Lo saja yang nggak doyan pedas," Laura menyahut. Dia baru datang sambil menenteng kamera di tangan. "Oh iya, Bi, di bawah ada yang nyariin lo tuh."
"Siapa? Michael?"
Lau mengeleng. "Kalau Mike mah gue kenal."
"Terus? Siapa dong?"
"Tahu!" Lau menaikkan kedua bahunya cepat, sebelum duduk di bangkunya. "Orangnya ganteng."
"Kak Tommy?"
"Siapa lagi Tommy?" Laura mengeluarkan kotak bekal dari dalam tasnya. "Sudahlah, daripada bertanya-tanya, mending lo temui sendiri!"
Bianca menjejalkan makanan ke dalam mulut, lalu bergegas pergi. Tidak lupaa dia membawa serta tumbler abu-abu kesayangannya.
_*_
Bukan Mike atau Thomash, yang muncul di sana justru Ferdi. Pria itu tersenyum canggung, menyapanya.
"Kenapa, Fer?"
Dia menjawab, "Aku mau nganterin ini," sambil menyodorkan benda pipih bercasing merah muda dengan gambar minion di bagian belakang. "Tadi ketinggalan di mobil."
Melihat gawainya ada di sana, Bianca pun segera menerimanya. "Aduh. Makasih banget. Gue bahkan nggak sadar lho kalau ini ketinggalan. Untung saja tadi gue nebeng lo."
"Eh, iya. Syukurlah." Ferdi mengangguk kikuk. "Oh iya, kamu pulangnya masih lama? Kalau sudah mau pulang, kita bisa bareng lagi."
"Makasih banyak tawarannya, tapi gue nanti dijemput Mike."
"Oh. Kalau begitu, saya pamit dulu ya?"
Bianca mengangguk, mengamini.
Lucu sekali si Ferdi, batinnya.
Kalau dengan Bianca yang notabene 'adik'-nya sendiri saja dia sekaku itu, apalagi dengan perempuan lain? Bianca bahkan tak pernah melihat saudara angkatnya itu dekat dengan cewek manapun. Padahal usianya sudah dua puluh tujuh tahun.