Tentang Manusia

Langgeng Ikhtiar Pribadi
Chapter #19

Meja yang Kosong Terlalu Lama

Hari Senin berikutnya, meja Ezra akhirnya dibersihkan.

Tidak ada pengumuman resmi.

Tidak ada email.

Nara baru sadar ketika datang pagi dan melihat monitor di meja pojok itu sudah hilang.

Tanaman kecil milik Ezra juga tidak ada.

Mug hitam dengan stiker band indie sudah lenyap.

Bahkan kabel charger kusut yang biasanya menjuntai ke lantai ikut menghilang.

Yang tersisa hanya meja kosong dan bekas lingkaran debu tempat monitor pernah berdiri.

Nara berhenti berjalan beberapa detik terlalu lama sampai Kevin menepuk pundaknya pelan.

“Cleaning vendor tadi pagi,” katanya seperti sedang menjelaskan sesuatu yang tidak sepenuhnya ia setujui juga.

Nara mengangguk kecil.

Di sekitar mereka, kantor tetap berjalan seperti biasa.

Orang mengetik.

Printer menyala.

Seseorang tertawa terlalu keras di pantry.

Lagu pop dari meja tim desain bocor pelan dari speaker murah.

Meja kosong itu terlihat aneh di tengah semua gerakan.

Seperti gigi copot yang terus disentuh lidah tanpa sadar.

Rian — anak baru yang mengambil sebagian pekerjaan Ezra — datang sambil membawa laptop.

“Pagi, Kak.”

Nara menoleh.

“Oh. Pagi.”

Rian menunjuk meja kosong itu hati-hati. “Aku disuruh pindah ke situ nanti siang.”

Nara melihat wajahnya.

Masih muda.

Mungkin baru lulus.

Kartu ID-nya bahkan masih terlalu bersih.

“Kalau Kakak nggak nyaman, gapapa,” katanya cepat. “Aku bisa tetap di meja sana.”

“Bukan salah lo.”

Rian tersenyum kecil lega.

Lalu pergi sebelum percakapan menjadi lebih canggung.

Nara duduk di mejanya sendiri.

Ia membuka laptop.

Membuka email.

Menutupnya lagi.

Dari Mira:

Lo udah lihat meja Ezra?

Nara membalas:

Udah.

Typing bubble muncul lama.

Hilang.

Muncul lagi.

Dari Mira:

Cepet banget ya.

Nara membaca pesan itu tanpa langsung menjawab.

Karena sebenarnya bukan cepat.

Lihat selengkapnya